61 SMK di NTB Masuk Usulan Program Revitalisasi Tahun Ini, Anggarannya Tembus Rp183 Miliar

FOTO: Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikpora NTB, Supriadi.

Mataram-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB mengusulkan, sebanyak 61 SMK untuk mendapatkan program revitalisasi pada tahun anggaran 2026.

Puluhan sekolah tersebut berpeluang mendapatkan kucuran dana rehabilitasi dari pemerintah pusat guna meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikpora NTB, Supriadi mengungkapkan, usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Saat ini, proses pengajuan tengah memasuki tahapan krusial di tingkat kementerian.

“Saat ini, prosesnya baru sampai pada tahap verifikasi dan validasi data oleh Kemendikdasmen RI,” ujar Supriadi saat ditemui di Mataram, Jumat (09/01).

Menurut Supriadi, penentuan sekolah yang lolos akan bergantung sepenuhnya pada hasil analisis pusat. Tim Verifikator akan memeriksa kecocokan data yang diunggah oleh pihak sekolah dengan kondisi riil di lapangan.

Jika dinilai memenuhi kriteria dan data dinyatakan lengkap, kementerian akan mengirimkan surat resmi untuk memulai tahapan perencanaan.

Tahapan verifikasi ini juga akan menentukan skema realisasi program. Supriadi optimistis, jika seluruh usulan disetujui, proses pengerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

“Kalau 61 SMK itu dapat semua, bisa terealisasi dalam empat tahap,” bebernya.

Mengenai besaran anggaran, setiap sekolah diperkirakan bakal menerima alokasi maksimal sebesar Rp3 miliar. Apabila ditotalkan dengan jumlah sekolah yang diusulkan, maka anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp183 miliar.

Kendati demikian, angka ini bersifat dinamis tergantung kebutuhan masing-masing sekolah.

“Nanti akan disesuaikan setelah Bimbingan Teknis (Bimtek). Mereka akan diverifikasi lagi mengenai apa yang akan dibangun. Bisa saja anggarannya kurang dari itu jika sekolah hanya membutuhkan rehabilitasi ringan,” tutur Supriadi.

Menurut Supriadi, usulah tersebut merupakan langkah ambisius untuk menambah cakupan sekolah yang tersentuh program pemerintah pusat.

Karena sebelumnya, NTB hanya mendapatkan kuota 37 sekolah. Pemprov NTB terus berupaya menambah jumlah tersebut agar sebaran manfaat program lebih merata.

Selain itu, ia menegaskan, usulan ini merupakan bagian dari komitmen Dikpora NTB dalam menjamin akses dan layanan pendidikan yang berkualitas. Fasilitas yang memadai diyakini akan menciptakan iklim belajar yang lebih kondusif bagi siswa.

“Supaya sekolah-sekolah ini bisa menjadi lebih baik fasilitasnya, sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Mudah-mudahan ke depan revitalisasi ini memberikan korelasi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di NTB,” harapnya.(FIT)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id