Pelatihan Menulis Kisah Inspiratif yang digelar di Literasi Lumbung Lombok, tepatnya di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Minggu (19/10/2925), disambut antusiasme para peserta.
Loteng (ntbterkini.id)- Semangat literasi di NTB kembali berkobar melalui kegiatan Pelatihan Menulis Kisah Inspiratif yang digelar di Literasi Lumbung Lombok, tepatnya di Desa sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Minggu (19/10/2925).
Pelatihan ini dihadiri puluhan peserta terdiri dari pegiat literasi, mahasiswa, dan relawan. Hadir sebagai narasumber, Randa Anggarista, M.Pd., dan Ida Royani, S.Pd.
Kegiatan ini mengusung tema, ‘Jejak Relawan Pelosok Negeri: Lentera Pelosok Negeri’. Kegiatan berlangsung di ruangan terbuka, dan diisi sesi interaktif.
Dalam sambutannya, Randa Anggarista, M.Pd mengungkapkan, kegiatan ini berangkat dari kesadaran, bahwa perjuangan para relawan literasi di daerah terisolasi dan sering kali luput dari perhatian publik.
Padahal, kisah-kisah mereka yang dimulai dari tantangan akses hingga keberhasilan kecil dalam menumbuhkan minat baca, merupakan aset narasi yang luar biasa kuat.
Sehingga, tema yang diusung mengindikasikan upaya untuk mendokumentasikan peran relawan, dalam menyebarkan semangat literasi hingga ke daerah terpencil.
Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan tulisan-tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi pembaca lainnya.
“Sangat mengapresiasi adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh Literasi Lumbung Lombok. Langkah-langkah strategi itu perlu tergalakan, sebab indeks literasi di Lombok itu sendiri masih tergolong rendah,” ujarnya.
Kegiatan ini memantik antusiasme peserta, sebab tidak hanya sebatas seremonial. Akan tetapi ingin mengaktualisasi dalam bentuk karya. Hal-hal yang dilakukan oleh Literasi Lumbung Lombok dapat menjadi inspirasi untuk pegiat literasi yang lain.
Selain itu, kegiatan pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para pegiat literasi di Loteng, untuk meningkatkan kapasitas, serta memperkaya khazanah literasi dengan cerita-cerita dari pelosok negeri.
“Kegiatan yang menginspiratif Generasi Z, acaranya sangat menarik, dan pematerinya tidak membosankan,” puji salah satu peserta, Anisa Rahma.
Dengan keterampilan menulis yang lebih terasah melalui pelatihan Literasi Lumbung Lombok, dirinya kini memiliki amunisi baru untuk menyebarluaskan semangat literasi.
Bukan hanya sekadar laporan kegiatan. Tetapi kisah-kisah inspiratif ini diharapkan menjadi jembatan di daerah terpencil, sekaligus memantik kesadaran bersama tentang pentingnya literasi di seluruh Indonesia.(MEI)
