Lobar (ntbterkini.id)– SMKN 1 Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) secara agresif merealisasikan program Link and Match dengan Dunia Usaha, Dunia Industri (DUDI). Upaya ini tidak hanya berfokus pada banyaknya kerja sama, melainkan lebih ditekankan pada kualitas dan nilai strategis kemitraan, untuk memastikan lulusannya memiliki kompetensi relevan dan siap bersaing di pasar kerja.
Kepala SMKN 1 Narmada, Ahmad Sabli, menegaskan bahwa sistem kemitraan strategis ini menjadi prioritas utama. Sekolah kini menerapkan proses seleksi dan evaluasi yang ketat terhadap industri mitra.
“Untuk Link and Match itu menjadi yang utama, lebih ditingkatkan lagi. Kami melakukan pemilihan atau seleksi evaluasi kerja sama kita dengan industri, yang mana kita lebih membutuhkan yang strategis dalam arti manfaat kepada siswa,” ujar Ahmad Sabli.
Fokus utama seleksi industri adalah yang dapat memberikan manfaat maksimal dalam meningkatkan kompetensi inti (Core) program keahlian siswa. Sekolah menargetkan industri yang mampu membawa siswa mencapai kompetensi yang dibutuhkan dan terukur.
Harapan jangka panjang dari kemitraan ini adalah kerja sama yang berkelanjutan, termasuk penyerapan alumni secara langsung di industri mitra. “Kita lakukan pemilihan radar industri yang lebih sesuai untuk meningkatkan kompetensi siswa kita harus targetkan, oh,, ini siswa kami mau ke sini, dia akan memperdalam tentang ini’,” terangnya.
Berkaitan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL), durasi waktunya dioptimalkan dengan menambah waktu praktik hingga 6 bulan. Tujuannya agar siswa mendapatkan pengalaman kerja yang sesungguhnya, bukan sekadar tugas observasi atau administratif ringan. Hal ini menurutnya, sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka (KM), Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa diperpanjang menjadi 6 bulan.
Lokasi PKL juga dipastikan berasal dari industri terseleksi. Selama menjalani praktik, nantinya kegiatan siswa diselaraskan dengan DUDI, dalam rangka memastikan penugasan yang diterima berorientasi pada pencapaian target kompetensi inti yang telah disepakati bersama.
Industri strategis yang terpilih juga diharapkan dapat mengirimkan praktisi terbaik sebagai Guru Tamu. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan terkini, melampaui teori, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Untuk mengatasi tingginya angka pengangguran, SMKN 1 Narmada membentuk program tindak lanjut yang terencana, yang berorientasi pada jalur utama. Diantaranya Bekerja (Kesiapan Kerja) dan Berwirausaha atau Pelatihan Kewirausahaan serta Teaching Factory (TEFA).
Secara keseluruhan, upaya ini menunjukkan komitmen SMKN 1 Narmada untuk tidak hanya mencetak lulusan terampil, sejalan dengan visi sekolah ‘Smart’ atau SMKN 1 Narmada Advance, Reliabel, Talent. Sekaligus berkontribusi langsung pada pengurangan angka pengangguran melalui kemitraan yang efektif dan peningkatan kualitas pengalaman belajar di dunia kerja.(FIT).
