
Kepala SMKN 2 Kuripan, H Mahyudin, bersama jajarannya.
Lobar (ntbterkini.id)-Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana di SMKN 2 Kuripan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) selama dua hari, terlaksana dengan baik dan tertib. Tes tersebut melibatkan sekitar 239 peserta didik kelas XII. Namun di balik kelancaran tersebut, muncul keluhan yang menjadi catatan penting untuk dievaluasi sekolah.
Salah satu peserta, Lalu Anjas Hidayat, mengeluhkan format soal yang ditampilkan berbeda dengan yang dipaparkan saat pelaksanaan simulasi. “Soalnya pak, tidak sesuai dengan yang di geladikan. Yang di geladikan hanya konsep cara menjawab saja, bukan merujuk ke bentuk soal yang akan diujikan. Jadinya saya bingung mau belajar gimana,” keluhnya di hari kedua pelaksaan TKA, Selasa (04/11/2025).
Sedangkan Eka Inderia Ningsih, menekankan perlunya peningkatan infrastruktur dan kesiapan teknis untuk meminimalisir gangguan selama tes berlangsung. Sebab saat menghadapi TKA, dirinya sempat menghadapi masalah loading aplikasi. Kendati demikian, baik Anjas maupun Eka kompak menyebut motivasi utama mengikuti tes tersebut, karena menjadi salah satu syarat untuk mendaftar ke perguruan tinggi dan mempermudah peluang kerja.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, I Made Budiartha menilai, TKA merupakan asesmen nasional yang diharapkan menjadi salah satu gerbang seleksi perguruan tinggi dan bekal memasuki dunia kerja. Hal ini menarik antusiasme tinggi dengan tingkat partisipasi mencapai 52,6 persen dari total siswa kelas XII yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Pihaknya menggaris bawahi keluhan peserta, sebagai bagian dari tantangan dalam menyusun kesiapan akademik siswa kejuruan, terhadap asesmen terstandar nasional dengan format berbeda.
“Pelaksanaan TKA tahun ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Kami akan mengkaji setiap kendala yang muncul, baik teknis maupun non-teknis, untuk perbaikan di tahun depan. Tujuannya agar kami dapat memfasilitasi peserta didik secara maksimal,” janji Budiartha.
Pernyataan ini mengindikasikan komitmen pihak sekolah untuk menindaklanjuti masukan peserta, khususnya terkait penyelarasan materi persiapan dan simulasi agar lebih relevan dengan bentuk soal TKA yang sebenarnya.
Tujuannya adalah untuk memastikan hasil TKA benar-benar mampu memberikan gambaran komprehensif, mengenai capaian akademik siswa dan menjadi bekal ideal bagi mereka dalam melanjutkan studi atau memasuki Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Kuripan, H Mahyudin, menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas kesediaan SMKN 10 Malang dan SMKN 2 Yogyakarta menfasilitasi siswa PKL, untuk mengikuti TKA. Sehingga meskipun berada jauh dari sekolah induk, mereka tetap dapat menyelesaikan kewajiban uji kompetensi dengan lancar dan sesuai standar.
Syukur Alhamdulillah, pelaksanaan TKA perdana ini berjalan dengan lancar, tertib, dan aman. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, termasuk koordinasi untuk peserta didik yang berada di luar daerah,” ucapnya.(FIT)
