Bangga Bahasa Nasional: SMAN 9 Mataram Raih Penghargaan Peserta UKBI Terbanyak

Kepala SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah saat menerima penghargaan peserta UKBI terbanyak dari Kemendikdasmen RI yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB.

Mataram, (ntbterkini.id) — Upaya penguatan literasi dan kesadaran terhadap pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat atensi publik setelah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Mataram mencatatkan diri sebagai institusi dengan peserta Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) terbanyak tahun ini.

Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, menyebut partisipasi masif ini berhasil memecahkan rekor jumlah peserta di tingkat daerah. Motivasi utamanya, menurut manajemen sekolah, berakar pada penumbuhan kebanggaan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya kemampuan berbahasa Indonesia yang diklasifikasikan sebagai “baik, benar, dan berkarakter.”

“Penguasaan bahasa Indonesia, bagi kami, bukan hanya alat komunikasi. Ia adalah sarana berpikir kritis, berkreasi, dan berkontribusi dalam kehidupan akademik maupun sosial,” ujar Nengah Istiqomah, Kamis, (13/11).

UKBI, sebagai tes standar nasional untuk mengukur kemahiran berbahasa, disebut telah membawa dampak signifikan pada kualitas literasi internal SMAN 9 Mataram. Tingginya partisipasi dalam tes ini, yang meliputi keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, terbukti berbanding lurus dengan peningkatan kualitas literasi siswa secara umum.

Data hasil UKBI kini dimanfaatkan oleh guru-guru Bahasa Indonesia sebagai alat diagnostik dan pembinaan lanjutan. Praktik ini, menurut sekolah, memperkuat kompetensi literasi langsung di bilik-bilik kelas.

“Secara umum, UKBI telah menumbuhkan budaya berbahasa yang cermat, santun, dan produktif di lingkungan sekolah. Dampak nyatanya, peserta didik termotivasi untuk memperbaiki kemampuan mereka dalam berbahasa, dan secara kolektif meningkatkan budaya literasi melalui bacaan-bacaan yang mendukung,” tambahnya.

Nengah Istiqomah menegaskan, tingginya partisipasi UKBI berdampak langsung pada kualitas akademik. Hasil tes standar nasional yang mengukur empat keterampilan berbahasa ini digunakan oleh guru sebagai bahan refleksi dan pembinaan lanjutan, sebuah praktik yang memperkuat kompetensi literasi di kelas.

“UKBI menumbuhkan budaya berbahasa yang cermat, santun, dan produktif,” tambah manajemen sekolah. Dampaknya, terjadi peningkatan budaya literasi kolektif, didukung investasi sekolah pada pojok baca, mading, dan program kompetitif literasi.

Target SMAN 9 Mataram kini fokus tidak hanya pada kuantitas peserta, tetapi pada peningkatan rata-rata skor kemahiran siswa. UKBI kini ditetapkan sebagai program rutin yang terintegrasi penuh dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), bahkan direncanakan melibatkan guru dan tenaga kependidikan.

“Kami berkomitmen menjadikan UKBI sebagai program rutin tahunan yang terintegrasi penuh dengan GLS. Target utama kami adalah utamakan bahasa, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” jelasnya.

Sekolah ini bertekad menjadi rujukan utama dalam penguatan bahasa dan literasi di NTB, menjadikan UKBI sebagai senjata utama melawan penurunan mutu berbahasa.

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id