
Siswa siswi SMKN 1 Lingsar saat mengikuti sosialisasi BP3MI di Aula pada, Kamis, (13/11).
NTB Terkini.id, Lombok Barat – Sebanyak 100 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, mendapatkan kesempatan sosialisasi mengenai peluang kerja di luar negeri dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Tim Direktorat Penempatan Nonpemerintah Berbadan Hukum.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut bertujuan memberikan informasi komprehensif serta membuka wawasan bagi para lulusan yang berminat menjadi pekerja migran yang terampil dan terproteksi.
Hadir dalam sosialisasi tersebut adalah Tomy Kurniawan dari Tim Direktorat Penempatan Nonpemerintah Berbadan Hukum dan Kepala BP3MI NTB, Made Setiyaningrum. Keduanya menyampaikan materi terkait prosedur resmi, hak dan kewajiban pekerja migran, serta berbagai peluang penempatan yang tersedia di sejumlah negara.
Plt. Kepala SMKN 1 Lingsar, Sujisman Hadi menyambut baik inisiatif dari BP3MI dan Direktorat. Ia mengakui bahwa informasi mengenai jalur resmi bekerja di luar negeri sangat dibutuhkan oleh siswa-siswinya.
“Kegiatan dari BP3MI ini sangat membantu siswa kami yang berniat bekerja di luar negeri,” ujar Sujisman. Sabtu, (15/11).
Ia mengungkapkan bahwa selama ini kendala utama yang dihadapi siswa meliputi masalah bahasa, biaya, dan minimnya informasi yang kredibel. Sehingga dengan adanya program bahasa yang kini dijalankan oleh pihak sekolah, beban tersebut kini menjadi lebih ringan.
“Dengan adanya program bahasa dari sekolah, ini sangat membantu meringankan beban dan peluang, sehingga mereka (siswa) bisa langsung dikirim ke luar negeri dengan bekal yang lebih matang,” tambahnya.
Partisipasi aktif dari siswa-siswi SMKN 1 Lingsar menunjukkan tingginya minat generasi muda daerah tersebut untuk mengejar karier dan pengalaman kerja global. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjembatani aspirasi mereka dengan informasi yang akurat dan fasilitas yang mendukung, mengurangi risiko penempatan nonprosedural, dan meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia.
