Organ Tubuh Jenazah PMI asal Lotim Dicurigai Hilang, Keluarga Diminta Autopsi

Banyaknya jahitan ditubuh jenazah PMI asal Lotim memunculkan kecurigaan pihak keluarga atas kondisi organ tubuhnya. Pihak keluarga pun disarankan untuk autopsi sebagai pembuktian.

NTBTerkini.id, Lotim- Kondisi Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Masbagik Utara Baru, Masbagik,  Lombok Timur (Lotim), menarik atensi Camat Masbagik, Agus Safandi. Diwawancarai media ini via handphone, Agus mengaku terkejut dan prihatin, setelah mengetahui tubuh jenazah dipenuhi jahitan yang mencurigakan.

Fakta ini bertentangan dengan informasi yang diterima pihak  keluarga, yang menyatakan bahwa korban meninggal dunia di Malaysia disebabkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini memicu dugaan adanya pencurian organ dalam, sebelum jenazah dipulangkan dari negeri jiran.

“Meski almarhum bukan saudara saya, tapi melihat kondisi almarhum yang dipulangkan seperti itu, saya sangat terpukul dan tidak terima. Bagaimana tidak kecewa, tubuh korban seperti sudah di bedah dengan jahitan yang membentang dari leher ke perut, dada robek, bahkan mata kanan berbekas jahitan,” geram camat, Kamis (20/11/2025).

Pihaknya mendesak agar pemerintah Indonesia dan Malaysia bertanggungjawab atas kondisi jenazah almarhum. “Negara Malaysia dan Indonesia harus tanggung jawab mengungkap kebenaran dan segera lakukan pencegahan jika terbukti ada unsur kejahatan,” tuntutnya.

Berbeda dengan Ketua Presidium ITK NTB, Achmad Sahib. Dikonfirmasi terpisah, pria ini meminta agar pihak keluarga melakukan autopsi untuk membuktikan kecurigaan atas kondisi jahitan ditubuh jenazah almarhum.

“Saya lebih menyarankan supaya keluarga segera lakukan autopsi, untuk membuktikan apakah ada organ tubuh yang hilang atau tidak,” ungkap Sahib.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi yang serupa juga pernah dialaminya saat mengurus jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kediri, Lombok Barat (Lobar), almarhumah Nursehan, tahun 2015 silam.

Kala itu, pihak keluarga curiga menyaksikan kondisi jenazah almarhumah yang penuh jahitan setelah dipulangkan dari negara Malaysia. Sehingga keluarga langsung melakukan autopsi ulang di RS Bhayangkara, Kota Mataram. “Begitu jenazah dijemput di Bandara, langsung waktu itu dibawa ke rumah sakit bhayangkara,” ulasnya.

Ia menyaksikan langsung bahwa hasil autopsi di rumah sakit membuktikan organ dalam tubuh jenazah almarhumah masih utuh, tidak ada yang hilang. Bekas jahitan ditubuh jenazah adalah bekas autopsi rumah sakit di negara tempat almarhumah bekerja.

Menurutnya, negara tersebut memiliki kewenangan untuk melakukan autopsi, apabila penyebab kematian yang bersangkutan dinilai tidak wajar. Seperti tabrakan, atau pemukulan.

“Memang seringkali kondisi jenazah PMI yang dipulangkan dari Malaysia ditenggarai kehilangan organ tubuh karena ada bekas jahitan. Makanya, saya menyarankan, jika keluarga curiga jenazah kehilangan organ tubuh, dari bandara langsung di Autopsi, keluarga punya hak,” jelasnya.(RIN/tim)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id