SMKN 3 Selong Gaet Empat Industri Baru, Total Jadi 25 Mitra Kerja

Workshop Penyelarasan antar SMK dengan Mitra Dunia kerja SMK PK Skema Pembelajaran Mendalam SMK Negeri 3 Selong, Selasa (25/10/2025).

NTBTerkini.id, Lotim- SMKN 3 Selong, Lombok Timur (Lotim) terus memprioritaskan penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) guna mensinkronkan kurikulum dan meningkatkan kualitas lulusan.

Kepala SMKN 3 Selong, Ruslan menuturkan, hingga tahun ini, sekolahnya berhasil menambah empat mitra industri baru. Diantaranya PT. Prima Parama Mobilindo Daihatsu NTB, Suzuki Utama Motor Mataram, CV. Wan AC, dan PT. Winata Mandiri Selong. Hingga saat ini totalnya sebanyak 25 mitra kerja.

Ruslan menjelaskan terkait langkah-langkah strategis yang diambil pihaknya untuk memperkuat sinergi dengan industri. Pertama, sekolah mengidentifikasi industri-industri yang relevan dengan kompetensi keahlian yang ada.

“Bagi industri yang belum bekerja sama, akan kita bangun kemitraan dengan catatan di dalam nota kesepahaman (MoU, red) itu dibahas mengenai sinkronisasi kurikulum. Kemudian praktisi mengajar, magang siswa atau magang guru, serta transfer teknologi dari industri ke sekolah,” ujar Ruslan, Selasa (25/11/2025).

Adapun bagi industri yang sudah menjadi mitra, SMKN 3 Selong akan meninjau kembali perjanjian kerja sama yang telah terjalin. Peninjauan ini bertujuan untuk memperluas lingkup kerja sama agar lebih optimal dalam rangka penguatan pembelajaran.

Selain itu, lanjut Ruslan, sekolah juga menjalin perjanjian kemitraan dengan industri yang bergerak di bidang ketenagalistrikan (untuk kompetensi Teknik Instalasi Tenaga Listrik/TITL) dan industri elektronika di bidang audio video.

Dalam upaya penguatan kemitraan ini pula, SMKN 3 Selong dihadapkan pada sejumlah tantangan. Beberapa industri besar-besaran, terutama brand-brand terkemuka yang masih belum dapat diajak bekerja sama.

“Kendala yang kami hadapi, salah satunya ada beberapa industri yang memang tidak bisa diajak untuk menjalin kerja sama. Terutama ada brand-brand besar, selama ini belum bisa menerima SMK sebagai tempat magang atau mengajak mereka sinkronisasi kurikulum,” ungkapnya.

Di sisi lain, upaya sekolah dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten terus digalakkan, salah satunya melalui program magang guru.

“Kami berupaya mengembangkan SDM dengan melakukan magang guru. Seperti kemarin, kami sudah mengirim dua orang guru untuk magang ke industri selama 20 hari,” tutup Ruslan.(FIT)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id