FOTO: Ketua Assosasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) NTB, Coach Sayid Fuad Rizal Heyder, menyoroti masih banyaknya pelatih Liga 4 Seri tidak memenuhi syarat yang salah satunya terkait lisensi sebagai pelatih, Senin (12/01).
Mataram-Perhelatan Liga 4 seri Provinsi NTB Rayon Pulau Lombok telah bergulir 10 Januari dan Rayon Pulau Sumbawa akan berlangsung 14 Januari mendatang. Sayangnya, jumlah pelatih yang memenuhi syarat regulasi Liga 4 hanya 2-3 tim dari total 27 tim yang bertanding.
Salah satu syarat yang menjadi sorotan yakni soal lisensi sebagai pelatih. Dikonfirmasi, Senin (12/01), Ketua Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) NTB, Coach Sayid Fuad Rizal Heyder mengungkapkan, Asprov NTB harusnya memberi contoh yang baik untuk kompetisi yang berkualitas sesuai dengan Regulasi Liga 4 musim kompetisi 2025-2026.
“Sebelum kompetisi ini biasa didahului dengan kongres, workshop, hingga MCM yang bisa menjadi sarana sosialisasi, dan syarat Pelatih Kepala lisensi B AFC/ PSSI sudah dari tahun lalu,” ujar Coach Rizal.
APSSI Provinsi NTB, akan berkomunikasi dengan Asprov PSSI NTB bersama-sama menjaga marwah kompetisi Liga 4, dengan menerapkan regulasi yang ada dengan sebaik-baiknya, berikut dengan sanksi, dan konsekuensi dari regulasi tersebut.
“Harusnya Asprov PSSI NTB tegas, setidaknya melarang tim ada pendamping tim untuk club-club yang pelatih kepala tidak sesuai regulasi, apalagi berada di Tactical Area itu harusnya dilarang,” timpalnya.
Menurutnya, hal Ini menjadi catatan bersama, demi kemajuan sepakbola NTB mengingat, NTB akan menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang.
“Hal-hal yang tidak bersesuaian dengan regulasi khususnya terkait Pelatih, APSSI NTB meminta agar Asprov PSSI NTB untuk segera menertibkan agar kompetisi dapat berjalan dengan baik,”pungkasnya.(RIN)
