FOTO: Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lombok Tengah (Loteng), Zainal Arifin.
​NTBTerkini.id, Loteng– Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lombok Tengah (Loteng), Zainal Arifin, memberikan klarifikasi terkait dinamika distribusi pupuk di Desa Beleke Daye, Desa Beleke, dan Desa Lebe Sange.
Ditemui, Kamis (22/01), Zainal memastikan, kendala distribusi yang melibatkan sedikitnya 500 petani tersebut teratasi. ​Untuk penyalurannya, sepenuhnya mengacu pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) terbaru.
Acuan ini menurutnya, sebagai langkah Pemkab Loteng, untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran alokasi. Di sisi lain, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif di lapangan.
Ini sebagai upaya untuk memastikan para petani di wilayah Beleke Daye, Beleke, dan Lebe Sange mendapatkan haknya sesuai kuota yang tercantum dalam sistem.
​”Kami sudah mengecek langsung dan memastikan 500 petani yang sebelumnya terkendala kini sudah terakomodasi dengan baik,” bebernya.
​Ia menegaskan, penggunaan data E-RDKK yang paling mutakhir merupakan kunci untuk menghindari ketimpangan distribusi di tingkat bawah.
“Semua proses pendistribusian kita sandarkan pada data terbaru, agar tidak ada lagi masalah di lapangan,” ujarnya.
​
Kendati demikian, pihaknya tetap membuka diri terhadap kritik dan masukan, sebagai bagian dari sinergitas antara pemerintah dan kelompok tani, dalam mengawal ketersediaan sarana produksi pertanian (Saprodi).
​Ia menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang dialog, jika di kemudian hari masih ditemukan kendala teknis dalam proses penebusan pupuk oleh petani.
​”Kami sangat terbuka terhadap masukan. Jika ada kendala atau data yang belum sinkron, silakan sampaikan kepada kami,” pinta Zainal.(MEI)
