FOTO: Salah satu pengendara yang merupakan warga lokal mengalami kecelakaan, karena terpeleset akibat serpihan material batu bara di badan jalan, Kamis (29/01).
NTBTerkini.id,KSB– Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang disebabkan serpihan material batu bara yang diangkut dump truk kembali terjadi di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Korbannya merupakan warga lokal yang tengah berkendara dengan kendaraan roda dua, Kamis (29/01).
Dump truk tersebut merupakan moda transportasi khusus pengangkut batu bara yang melintas dari arah Benete menuju Taliwang. Kecelakaan ini pun bukan kali pertama dialami warga.
Sebelumnya, ada beberapa kecelakaan terjadi disebabkan serpihan batu bara yang diduga milik dua perusahaan. Yaitu, PT. Elang dan PT. Benete Sejahtera Abadi (BSA).
Hal ini memicu reaksi Aliansi For Justice Save. Mereka mengaku geram, kecelakaan tersebut bukanlah peristiwa tunggal, melainkan pembiaran sistemik.
“Ini bukan soal kecelakaan biasa, tapi kelalaian yang berulang. Batu bara tercecer di jalan, warga celaka, lalu selesai dengan ganti rugi. Pola ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Ketua Aliansi For Justice Save KSB, Abbas Kurniawan.
Ia menilai, perusahaan bongkar muat tersebut tidak becus dalam menjalankan standar keselamatan, baik di jalur darat maupun di kawasan dermaga di balik aktivitas pengangkutan batu bara.
Abas memastikan, Aliansi For Justice Save KSB akan menggelar aksi pada Rabu pekan depan di dua titik strategis. Diantaranya Dinas Perhubungan KSB dan PLTU Kertasari.
Dalam aksinya nanti, aliansi mendesak Pergantian perusahaan bongkar muat batu bara yang dinilai lalai dan membahayakan publik. Pihaknya juga mendesak penerapan sistem Tracking pengangkutan material agar muatan dapat terpantau dan tidak melanggar SOP.
“Kalau perusahaan tidak mampu menjamin keselamatan warga, maka harus diganti. Jangan tunggu korban jiwa baru bertindak,” timpal Abbas.
Tak hanya soal keselamatan jalan, pihaknya juga menyoroti potensi pencemaran lingkungan akibat tumpahan batu bara di kawasan dermaga.
Abbas mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB untuk segera melakukan uji sampel air laut di sekitar area dermaga, menyusul laporan warga terkait banyaknya batu bara yang tumpah ke laut.(RIN)
KSB Tanpa Pengawasan Lalu Lintas
Berdasarkan informasi Warga yang diterima media ini, sistem pengamanan lalu lintas di jalur angkutan berat kini semakin lemah. Sejumlah titik rawan dan padat pengendara tidak lagi diterapkan sistem Stop and Go.
Sejumlah titik rawan yang dimaksud diantaranya dari Jereweh sampai Labuhan Lalar, kemudian di tanjakan Benete dan Taliwang hingga jalur menuju dermaga bongkar muat.
Kondisi ini diperparah dengan moda transportasi pengangkut batu bara milik dua perusahaan yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan, serta muatan yang tidak tertutup dan mudah tumpah ke jalan.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) KSB sempat melakukan penertiban dan memberikan teguran kepada perusahaan pengangkut, agar mematuhi aturan keselamatan dan tidak membahayakan publik. Namun, warga menilai langkah tersebut tidak konsisten dan cenderung bersifat sementara.
Hingga berita ini ditayangkan, Dishub KSB belum memberikan tanggapan resmi terkait kecelakaan di Jalan Benete maupun tuntutan yang disampaikan Aliansi For Justice Save KSB.(RIN)
