FOTO: Penyelenggarakan ujian terbuka disertasi UIN Mataram, atas nama M Zuhri, Selasa (03/02).
NTBTerkini.id,Lotim– Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menyelenggarakan ujian terbuka disertasi atas nama M Zuhri, Selasa (03/02).
Disertasi yang diuji berjudul Pendidikan Karakter Persfektif Nahdlatul Wathan: Analisis Konsep, Implimentasi dan Strategi Penguatan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur (Lotim).
Diantara Sembilan penguji, salah satunya adalah Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Lotim, Dr. TGKH LG Muhammad Zanuddin Atsani, M.Pd.I.
Ujian terbuka tersebut berlangsung di Auditorium UIN Mataram. Hadir dalam kesempatan tersebut, dewan penguji yang terdiri atas Ketua Penguji, Prof. Dr. H Masnun, M.Ag, Prof. Dr. H Subhan Abdullah Achim MA, sebagai Sekretaris Sidang, Prof. Madya Dr. Marzdelah binti Makhsin, sebagai penguji utama 1 dari Malaysia.
Kemudian Dr. TGKH LG Muhammad Zanuddin Atsani, M.Pd.I, Prof. Dr. Ahmad Sulhan, M.Pd., Prof. Dr. Mukhlis, M.Ag, Prof. Dr. H Fahrurrazi, MA, Dr. H Akmad Muhasim, Prof Dr. H Akhyar, M.Pd.
Dalam pemaparannya, M Zuhri, menjelaskan urgensi penelitiannya yang berfokus pada pendidikan karakter di mana menjadi pondasi utama dalam sistem pendidikan pesantren di Indonesia.
Sehingga pendidikan karkater menjadi fundamental dalam dunia pendidikan pesantren. “Pada dasarnya, NW memiliki strategi unik dalam menanamkan pendidikan karakter santri. Khususnya santri NW,”ujarnya.
Zuhri menguraikan hasil temuan risetnya, di mana ada beberapa komponen landasan filosofis pendidikan karakter di NW. Yaitu spirit ‘Samikn Wa atokna’ sebagai etos kepatuhan beradab, nilai perjuangan TGKH Muhammad Zainuddin Abadul Madjid.
Kemudian kitab Turast (Kitab Kuning), sebagai pedoman adab dan akhlaq, tradisi pesantren sebagai tradisi pendidikan karakter, peran lingkungan pesantren dan nilai-nilai kunci pendidikan karakter NW.
“Dalam implikasinya, pendidikan karakter di NW mengintegrasikan spiritual, sosial dan intelektual dalam teori holistik pesantren, penguatan karakter berbasis tradisi keagamaan, adaptasi kurikulum kultural dan digital di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. Dan efektif modern tanpa menghilangkan akal tradisi Islam,” urainya.
Adapun temuan baru atau Novelty dalam penelitian ini. Diantaranya konstruksi holistik khas NW yang berbeda dari pesantren lainnya. Kemudian tradisi khas NW sebagai instrumen karakter, mengintegrasikan spesifik tradisi NW.
Yaitu membaca Hizib NW, membaca Al Barzanji ala NW, menyanyikan lagu-lagu perjuangan NW, membaca Tariqat NW, spirit Samikna Watatokna, sebagai medium internalisasi karakter secara sistematis.
“Dalam konteks strategi penguatan karakter kurikulum kultural, kelembagaan, teknologi, evaluasi berkelanjutan yang kontekstual untuk NW, dalam menghadapi dinamika globalisasi melampaui analisis deskriftif analitis penelitian terdahulu,” paparnya.
Dari pemaparan Promovendus, para penguji khususnya penguji dari Malaysia, Prof. Madya Dr. Marzdelah binti Makhsin, memberikan saran dan masukan terkait kombinasi konsep dan pemikiran Imam Gozali. Supaya dimasukan teori Ibnu Khodum tentang pembelajaran sosial.
“Bagaimanakah pemikiran Islam ini manakala digabungkan dengan paradigma pemikiran karakter TGKH Muhammad Zainuddin Abadul Madjid, dalam NW, sebagai suatu usaha membina peradaban tauhid, adab dan tanggung jawab sosial,” imbuhnya.
Sementara, Penguji Utama II, DR TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, memberikan saran, harus jelas perumusan konsep baru karakter berbasis adab dan sanad. Menurutnya itu diperlukan bukan hanya kepatutan spiritual yang samikna Waatokna, berhizib, dan berzanji. Adab dan sanad juga penting.
“Sementara Pendiri NW TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sejak berdirinya Mahad Darul Quran wal Hadits Al Majidiyah as-Syafiiyah NW, beliau menggunakan kitab Taklim Mutaklim,” ulasnya.
“Seandainya itu (Taklim Mutaklim,red) masukan dalam penelitian Promovendus, maka akan sangat luar biasa dan semakin kaya hasil risetnya. Karena kitab itu masih digunakan sampai sekarang dalam mengajarkan konsep adab kepada santri NW,” jelasnya.(EN)
