FOTO: Pertemuan Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dan PT Lombok Property Ventures, Tanggal 4 Februari 2026.
NTBTerkini.id, Loteng – Arah pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Lombok kian mengerucut, dengan adanya Pertemuan strategis antara Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dan PT Lombok Property Ventures, Tanggal 4 Februari 2026.
Hal ini pun menegaskan satu visi besar, menjadikan Lombok sebagai kawasan Eco Tourism berkelas dunia. Pertemuan yang digelar di Kantor Bupati Loteng tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) H.M. Nursiah beserta sejumlah OPD terkait.
Forum tersebut menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan investor dalam membangun pariwisata berbasis keberlanjutan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal.
President Director PT Lombok Property Ventures, Anas Moukhlis menegaskan, pihaknya membawa visi jangka panjang. Dengan konsep pembangunan yang tidak sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya Lombok.
Dalam waktu dekat, perusahaan ini akan membuka Mandala Eco Resort dan Jaya Vila Resort, sebagai proyek percontohan kawasan wisata ramah lingkungan. Kedua proyek ini dirancang dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, hingga desain arsitektur yang menyatu dengan karakter alam Lombok,” sebut Anas.
Tak berhenti di situ. Sejumlah proyek lanjutan yang diantaranya Mandala Terraces, Mandala Signature, Luxury Cliff, dan The Nest Project, kini tengah memasuki tahap proses perizinan.
Seluruhnya dirancang terintegrasi membentuk ekosistem pariwisata premium berbasis Eco Tourism. Sementara itu, pembangunan AWANARA Resort di kawasan Pengantap terus menunjukkan progres signifikan.
“Proyek ini akan dikembangkan bertahap dengan target sekitar 255 unit vila, menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pasar,” terangnya.
Skala pengembangan tersebut diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi daerah. Selain membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat setempat, proyek ini diproyeksikan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Serta memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional. “Kontribusi pajak yang diperkirakan mencapai Rp21 miliar per tahun menjadi bukti konkret peran sektor swasta dalam pembangunan daerah,”terangnya.
Asset & Legal Manager PT Lombok Property Ventures, Busran Ekamayadi, M.Tr.Par., memastikan, seluruh proses perizinan dijalankan sesuai regulasi yang berlaku. Ia menegaskan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan kepatuhan hukum, sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.
Sementara itu, Wabup Loteng,, H.M. Nursiah menilai, progres investasi berjalan sangat baik. Seluruh perizinan untuk Mandalika Ecovillage Resort telah diterbitkan oleh Dinas PMPTSP. Termasuk persetujuan teknis dari Dinas PUPR.
“Investasi ini memberi dampak langsung bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Meski sempat muncul kendala di lapangan, koordinasi cepat dilakukan dengan melibatkan OPD, camat, aparat keamanan, hingga pihak desa,” ujarnya bangga.
Bahkan, investor disebut siap menyiapkan material untuk mendukung pembangunan akses jalan. Pihaknya juga telah menugaskan Dinas PUPR untuk segera berkoordinasi menyangkut desain teknis dan pengawasan, guna memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan.
Dengan dukungan pemerintah dan komitmen investasi berkelanjutan, Lombok optimistis melangkah menuju kawasan eco tourism berkelas dunia, maju secara ekonomi, namun tetap menjaga harmoni dengan alam dan masyarakatnya.(EN)
