FOTO: warga bersama kepolisian tengah mengecek TKP pasca peristiwa, Jumat (06/03).
NTBTerkini.id, Lotim– Aksi pencurian kerbau kembali terjadi dan kali ini, pemilik kandang kerbau di Dusun Buwuh, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), menjadi korban serangan para pelaku, Jumat (06/03) dini hari.
Korban bernama Nurje alias Amaq Mer (65). Ia mengalami luka serius di bagian kepala setelah diserang menggunakan parang oleh para pelaku yang berjumlah sekitar sembilan orang.
Peristiwa bermula ketika rekan korban Umar alias Amaq Sinerum terbangun dan menyorotkan senter ke arah kandang kerbau. Saat itu, ia melihat pintu kandang dalam keadaan terbuka dan langsung memanggil korban.
“Amaq Mer, mangkak buka lawang bare tie (Kenapa pintu kandang terbuka,red),” ulas Umar.
Namun belum sempat mendekat, para pelaku tiba-tiba melempari Umar dengan batu. Meski sempat mundur, ia tetap mencoba mendekati kandang. Para pelaku kemudian memukulnya menggunakan potongan bambu berukuran genggaman tangan.
Pada saat bersamaan, para pelaku telah berhasil mengeluarkan dua ekor kerbau dari dalam kandang dan mengikatnya untuk dibawa kabur. Melihat ternaknya diseret keluar hingga ke pagar kandang, Nurje bersama Umar berusaha mengejar para pelaku.
Keributan tersebut membuat warga sekitar tersadar. Seorang saksi bernama Ari yang mendengar kegaduhan segera menuju kandang. Anak dari saksi bahkan sempat berteriak maling, yang memicu perhatian warga lainnya.
Melihat warga mulai berdatangan, para pelaku akhirnya melepaskan dua ekor kerbau yang sempat mereka bawa dan melarikan diri ke arah timur.
Saat kabur, warga sempat mendengar dua kali suara ledakan yang belum diketahui berasal dari benda apa. Dalam aksi tersebut, Nurje mengalami luka robek di kepala bagian atas hingga harus mendapatkan 10 jahitan.
Serta memar di bagian tulang belikat yang diduga mengalami patah. Ia juga mengeluhkan nyeri di bagian punggung akibat pukulan benda tumpul.
Sementara itu, Umar mengalami luka memar pada kedua lengan dan punggung akibat dipukul menggunakan bambu oleh para pelaku.
Setelah kejadian, Nurje sempat berjalan pulang ke rumahnya untuk meminta pertolongan sebelum akhirnya dilarikan keluarga ke Puskesmas Sukaraja dan kemudian dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjono Selong untuk penanganan lebih lanjut.
Aksi perampokan ini menambah daftar kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyasar ternak warga. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (satkamling). (EN)
