FOTO: Pertemuan internal jajaran pengurus DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB di Lesehan Green Asri, Kota Mataram, Rabu (13/05) sore.
NTBTerkini.id, Mataram– Pasca pelantikan sejumlah pengurus belum lama ini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB kini mulai gaspol melaksanakan sejumlah agenda penting ke depannya.
Ditemui saat pertemuan internal di Lesehan Green Asri, Kota Mataram, Rabu (13/03), Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melaksanakan penyempurnaan struktur pengurus DPW, DPD, DPC, hingga DPRT, serta persiapan rapat kerja daerah (Rakerda) pada Juni tahun ini.
“Struktur yang harus dipersiapkan 100 persen itu dewan pimpinan ranting yaitu di desa. Dan itu tanggung jawab setiap DPD partai. Kami sudah sampaikan dan alhamdulillah mereka sudah mengerti dan memahami. Tinggal pelaksanaannya,” ujarnya.
Hal ini menurutnya, sebagai langkah strategis partai, dalam rangka menyongsong proses verifikasi struktur partai di Komisi Pilihan Umum (KPU) Bulan Juli 2027 mendatang.
“Sehingga ketika verifikasi terlaksana, (partai,red) kami sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya telah menggaet sebanyak 14 orang yang terdiri dari tokoh elit politik, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh pemuda, dan ormas, yang diyakini memiliki kantong suara yang cukup besar untuk mendukung tujuan partai.
Sebagian diantaranya Guru Mangku Gede Wenten, TGH Hazmi Hamzar, Multazam, Rais Ishak, Syafrudin, AA KT Agung Oka Kartha Wirya, Lalu Mahdarain, dan Ghading Amansuri.
“Pembentukan struktur tidak akan memaksimalkan perolehan kursi. Tapi harus dilengkapi dengan merekrut tokoh-tokoh yang punya kantong suara,” terangnya.
Pasang Target Tinggi
Pembina DPW PSI NTB, Guru Mangku Gede Wenten mengaku optimistis partai berlambang gajah merah hitam ini mampu mendapatkan kursi di legislatif. Para elit politik yang telah bergabung, terbukti telah beberapa kali menjabat di kursi legislatif.
“Mereka-mereka ini bukan lagi politisi andal. Tapi sudah duduk di DPR tiga kali, malah ada yang tujuh kali. Artinya ini peluang yang sangat besar sekali, termasuk untuk membidik kursi pimpinan dewan,” tegasnya.
Ini belum ditambah bantuan logistik dari Kaesang Pangarep selaku Ketua Umum PSI, serta dukungan Presiden RI dua periode, Joko Widodo. “Tidak mungkin beliau mau menyerah. Dan beliau nanti akan turun ke daerah-daerah di Indonesia,”timpalnya.
Terlebih pilpres, pileg dan pilkada, dibagi menjadi dua tahap dengan selang waktu dua tahun. Tentunya tenggat waktunya menjadi peluang untuk menguatkan posisi partai dalam kontestasi politik.
“Artinya kita masih punya jenjang, tentunya kita harus kerja keras mulai sekarang,” tandasnya.(RIN)
