Darurat Sampah, Kadus Sengkerang Dua Usulkan Penampungan Sampah Komunal

Kondisi sampah di Dusun Sengkerang Dua sudah mencapai level darurat, sehingga solusi terbaik dengan membuat penampungan sampah komunal.

NTBTerkini.id, Loteng- Kepala Dusun (Kadus) Sengkerang Dua, Desa Sengkerang, Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng), secara resmi mengajukan usulan pengadaan bak penampungan sampah komunal di sejumlah titik strategis.

Langkah proaktif ini diambil untuk mengatasi masalah sampah berceceran dan bau yang menyengat. Terutama saat terjadi penundaan jadwal pengangkutan oleh petugas pengangkut sampah.

Selama ini, pengangkutan sampah harian diakui sangat membantu dan menjadi layanan krusial bagi warga Dusun Sengkerang Dua.

Namun, masalah kebersihan lingkungan muncul saat mobil angkutan terlambat atau tidak beroperasi. Sehingga dirinya harus mengajukan usulan tersebut ke desa.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras petugas pengangkut sampah. Akan tetapi, kami tidak bisa menutup mata terhadap fakta bahwa setiap kali ada penundaan. Sampah akan menumpuk di pinggir jalan dan berpotensi diacak-acak hewan. Ini mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan kami,” jelas Kadus Aknan, Sabtu (22/11/2025).

Usulan ini menargetkan pengadaan unit bak penampungan permanen atau semi-permanen di lokasi yang mudah diakses. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran warga untuk memilah sampah (organik dan anorganik), serta memastikan sampah rumah tangga dibungkus rapat sebelum diletakkan di tempat penampungan sementara.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Sengkerang, Lalu Awaludin membenarkan bahwa Kadus Sengkerang dua memang mengusulkan bak sampah tersebut.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, ulas kades, warganya tidak membuang sampah dengan karung atau kreseknya, tetapi dituang begitu saja. “Ini yang menjadikan petugas kewalahan,” terangnya.

Tahun 2019 silam, pihaknya telah mengajukan permohonan kontainer ke Pemerintah Provinsi NTB, namun belum mendapatkan respon. Desa Sengkerang hanya mengandalkan satu armada pengangkut sampah yang terkadang rusak.

“Mari kita bekerja sama dalam penanggulangan sampah. Karena tidak bisa hanya mengandalkan desa saja,” imbaunya.

Selain itu, Keberadaan penampungan sampah komunal diharapkan dapat mencegah sampah berceceran dan menjaga kenyamanan warga. Salah seorang warga Sengkerang Dua, Ibu Mega, menyambut baik usulan ini.

“Sebisa mungkin diadakan tempat pembuangan sampah pada titik-titik tertentu agar pada saat penundaan pengangkutan, sampah-sampah itu tidak mengganggu kenyamanan warga. Apalagi sampai berceceran oleh hewan liar,”desaknya.(MEI)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id