Diperkuat DUDI, SMKN 1 Sumbawa Besar Komit Implementasikan TeFa Berstandar Industri

Kepala SMKN 1 Sumbawa Besar, Jayadi.

NTBTerkini.id, Sumbawa- SMKN 1 Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan Teaching Factory (TeFa) sebagai ekosistem pembelajaran yang bergerak berdasarkan standar industri, bukan lagi standar sekolah. Diwawancarai, Senin (01/12/2025), Kepala SMKN 1 Sumbawa Besar, Jayadi, menegaskan komitmen sekolah melalui upaya mempersiapkan lulusan untuk menempuh tiga jalur sukses. Yaitu wirausaha, bekerja, dan melanjutkan atau disingkat WBM.

“Komitmen kami jelas, lulusan kami harus memiliki daya saing unggul di berbagai lini. Melalui integrasi TeFa dan kurikulum berbasis industri, secara sistematis kami membekali siswa agar mampu memilih dan sukses dalam karir Bekerja di perusahaan, melanjutkan pendidikan, atau menjadi Wirausaha mandiri. Kami pastikan mereka tidak hanya siap, tetapi juga mampu memimpin di salah satu jalur tersebut,” jelas Jayadi.

Wakil Kepala Hubungan Industri dan Masyarakat (Waka Hubinmas) SMKN 1 Sumbawa Besar, Ademula menilai, keberhasilan program tersebut, terletak pada empat pilar utama. Yaitu dukungan pimpinan, regulasi internal yang kuat, integrasi kurikulum dengan industri, dan kemitraan strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Ade menegaskan, dukungan dan komitmen dari kasek merupakan faktor yang paling menentukan keberlanjutan TeFa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan eksplisit. Antara lain Integrasi Visi Sekolah, Alokasi Anggaran Berkelanjutan, dan Pengembangan Guru. Dalam artian, memberikan dukungan penuh bagi guru untuk menjalani magang industri (magang guru), guna memastikan kompetensi teknis sesuai standar produksi TeFa.

SMKN 1 Sumbawa Besar juga menerapkan sistem yang teratur dengan menyusun regulasi internal. Termasuk SK Struktur TeFa dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Regulasi ini mewajibkan guru dan pegawai menjadi market pertama produk TeFa. “Keuntungan yang kami dapat adalah dana bergulir, dan regulasi kami mewajibkan dana itu segera menjadi investasi berkelanjutan untuk peningkatan kompetensi murid,” imbuhnya.

Selain itu, sekolah menerapkan ‘Kurikulum Hidup’, dengan mengintegrasikan standar industri secara terstruktur, memastikan pembelajaran selalu relevan dan aktual. Integrasi ini dilakukan melalui tiga strategi utama. Yaitu penyelarasan Kurikulum tahunan bersama Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), keterlibatan guru tamu, dan penerapan jadwal sistem blok.

DUDI tidak hanya menjadi tempat magang, tetapi bertindak sebagai Investor Fasilitas yang membantu sekolah mendapatkan mesin dan peralatan yang berstandar Industri.

Kemitraan TeFa juga menciptakan Jalur Rekrutmen Prioritas bagi lulusan, di mana DUDI terlibat langsung dalam uji kompetensi dan sertifikasi siswa. Seluruh proses ini menegaskan bahwa TeFa di sekolah tersebut adalah proses kerja nyata, bukan simulasi. “TeFa kami adalah proses kerja nyata, bukan sekadar simulasi,” tutup Ade.

Unit produksi TeFa di SMKN 1 Sumbawa Besar meliputi Layanan Akomodasi Perhotelan, Laundry, dan Cleaning Service (Konsentrasi Perhotelan), Seragam Sekolah (Desain dan Produksi Busana), Donat (Kuliner), serta unit kewirausahaan seperti Lotus Salon (Tata Kecantikan) dan Garasi Entrepreneur (BKTI).

(FIT)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id