Gandeng LSP, SMKN 1 Praya Siap gelar UKK Mandiri

FOTO: Waka Kurikulum SMKN 1 Praya, Kuswoyo.

NTBTerkini.id,Loteng– SMKN 1 Praya, Lombok Tengah (Loteng), kini tengah mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) yang dijadwalkan berlangsung mulai Kamis pekan depan.

Guna menjaga kredibilitas dan mutu lulusan, pihak sekolah menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Waka Kurikulum SMKN 1 Praya, Kuswoyo menjelaskan, seluruh skema dan paket ujian diserahkan sepenuhnya kepada pihak LSP.

“Kan berbeda-beda paket ujiannya apa saja, kemudian skema yang dipakai apa saja, semuanya kita serahkan ke LSP,” ujarnya saat ditemui di sela-sela persiapan sekolah, Sabtu pekan Kemarin.

Pelaksanaan UKK direncanakan akan berlangsung selama kurang lebih enam hari. Dan akan dilanjutkan kembali pada Senin sampai dengan Rabu pekan berikutnya.

Mengenai sarana dan prasarana (Sarpras), pihak sekolah memastikan fasilitas yang digunakan sudah disesuaikan dengan jurusan masing-masing siswa dan standar skema keahlian.

Seperti kompetensi keahlian Tata Boga, pelaksanaan ujiannya ditekankan pada dua pilihan skema utama yang banyak diambil siswa, yaitu commis chef dan barista.

“Ya kalau untuk boga ya di dapur sini. Ada beberapa skema di boga ini, ada yang misalnya untuk Commis Chef ya di dapur. Kalau yang Barista di sini, ada ruangannya. Tapi secara umum mereka pilih skema Commis Chef,” ulasnya.

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan dan Sistem Pengujian Silang
Mengingat UKK merupakan agenda rutin tahunan. Diakui bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan yang matang jauh hari sebelumnya.

Kendati demikian, tantangan yang cukup dirasakan pada tahun ini adalah fluktuasi harga bahan baku di pasaran yang cenderung naik. Kondisi tersebut secara langsung berpengaruh pada alokasi pendanaan sekolah, khususnya untuk jurusan yang membutuhkan banyak bahan praktik, seperti Tata Boga.

Namun, pihak SMKN 1 Praya mengaku telah memiliki solusi dengan membuat kisaran (Ring) estimasi biaya per siswa agar pengeluaran tidak meleset terlalu jauh dari anggaran yang ditentukan.

Terkait transparansi dan objektivitas penilaian, ujian ini dipastikan bebas dari intervensi guru internal sekolah. Selain itu, sistem penilaian akan menggunakan penguji atau Asesor Eksternal (Sistem Silang).

“Asesor yang di sini nanti akan menguji ke sekolah-sekolah lain yang menjadi sekolah jejaring kami. Kita tidak boleh menguji siswa kita sendiri, itu sudah SOP-nya LSP,” jelasnya.(MEI)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id