Gaungkan “Free West Papua”, Mahasiswa Unram asal Papua Ditertibkan

FOTO: Penertiban kontrakan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) asal Provinsi Papua dilakukan, Kamis (15/01), setelah Pemerintah Kelurahan Pejarakan Karya melayangkan peringatan sebanyak dua kali.

Mataram– Pemerintah Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, bersama aparat TNI-Polri akhirnya turun tangan melakukan penertiban terhadap kontrakan kelompok mahasiswa di lingkungan Moncok Karya, Kamis (15/01)

Penertiban tersebut disebabkan para kelompok mahasiswa yang berasal dari Provinsi Papua itu, terindikasi menggaungkan pemahaman “Pro kemerdekaan Papua dari Indonesia”.

Diketahui bahwa jumlah Mahasiswa yang tinggal di kontrakan tersebut sebanyak empat orang. Rata-rata mereka tengah menjalankan aktivitas perkuliahan di Universitas Mataram (Unram). Namun, tiga dari empat mahasiswa tersebut tidak ada di tempat.

Saat penertiban, ditemukan tulisan di tembok sisi luar bangunan kontrakan yang bertuliskan “Free West Papua”. Pemerintah kelurahan bersama aparat juga menemukan tulisan lainnya dengan kalimat yang bermuatan provokatif. Tulisan-tulisan tersebut lantas ditutup dengan menggunakan cat warna putih tulang oleh pemerintah kelurahan.

Selain tulisan, tembok di ruangan tengah kontrakan mahasiwa papua tersebut terdapat tempelan gambar bendera bintang fajar (Kejora), dan foto aktivis Kemerdekaan Papua, Filep Jacob Samuel Karma.

Lurah Pejarakan Karya, Mulhakim mengungkapkan, jauh hari sebelumnya telah mengupayakan pendekatan persuasif dan memperingatkan mahasiswa tersebut, untuk segera menghapus tulisan ditembok kontrakannya.

“Alasannya mereka, hanya meluapkan identitas karena merasa diri orang Papua. Saya bilang, kalau memang begitu cukup di hati saja. Kalau sudah tulis-tulis di tembok itu ranah saya, saya tidak suka itu, jadi tolong dihapus,” ulas lurah.

Peringatan itu tidak hanya dilayangkan sekali, namun dua kali saat dirinya masih menemukan adanya tulisan tersebut di tembok kontrakan. Mahasiswa itu kembali beralasan masih ada senior-seniornya.

“Saya nggak perduli kakak-kakakmu, yang penting hapus tulisan ini. Saya juga tidak tahu, dua kali saya datang saya direkam dan diviralkan sama anak-anak mahasiswa papua ini, dengan narasi-narasi (provokatif,red) seperti itu,” ungkap lurah.

Sebelum penertiban, ia sudah konsultasikan hal tersebut ke pihak-pihak terkait. Ia juga sudah berkoordinasi dengan pemilik kontrakan yang juga masih termasuk warganya.

“Saya kira sudah selesai, karena perjanjian saya dengan anak-anak itu, dia yang mau hapus. Apalagi, saya sering ketemu mereka yang main wifi di depan kantor. Tapi saya kaget, tadi malam diinfokan kepala lingkungan, bahwa Danramil chat kalau tulisannya masih ada,” jelasnya.

Gegara hal tersebut, dirinya menginstruksikan agar pemilik kontrakan tidak lagi memperpanjang masa kontrakan. “Mereka akan berhenti kontrak di bulan Maret. Saya sudah minta tolong ke pemilik kontrakan untuk tidak memperpanjang lagi masa kontrakannya,” tekannya.

Begitu juga dengan para kepala lingkungan, ia menegaskan agar ke depannya, tidak lagi menerima pendatang yang terindikasi membawa dan menggaungkan separatisme serta radikalisme.(RIN)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id