FOTO: (Kiri) Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas, sekaligus Pengukuhan Tim Baznas Tanggap Bencana se NTB di Hotel Astoria Lombok, Kota Mataram. (kanan) Kepala Baznas Lotim, bersama Gubernur NTB.
NTBTerkini.id, Mataram-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-NTB yang dirangkai dengan Pengukuhan Tim Baznas Tanggap Bencana tingkat provinsi oleh Saida Sakwan, MA, selaku Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat.
Rapat yang dibuka secara resmi di Hotel Astoria Lombok, Kota Mataram ini, dijadwalkan berlansung selama 3 hari. Mulai Rabu sampai Jumat, 12 Desember 2025. ‎Rakorda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah rawan gempa dan longsor seperti daerah NTB.
‎
Selain itu, ‎pengukuhan seluruh Ketua Baznas Kabupaten/Kota se-NTB, menandai komitmen bersama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk penanganan kemanusiaan. Pada kesempatan tersebut, ‎Saida Sakwan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan respons cepat terhadap bencana alam.
‎
‎”NTB sering dilanda gempa dan banjir, sehingga tim ini harus siap berkoordinasi dengan BPBD dan lembaga lain agar zakat benar-benar berdampak nyata bagi korban,” pesannya.
‎
Selain pengukuhan, Baznas RI bersama Baznas Provinsi NTB juga melaksanakan penyaluran simbolis program-program unggulan Baznas RI, yang terdiri dari 7 program pendayagunaan dan 13 program pendistribusian.
Program tersebut menyasar penerima manfaat di seluruh kabupaten/kota di NTB, mencakup sektor pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga penguatan kesejahteraan mustahik.
Penyaluran simbolis ini menjadi bukti nyata komitmen Baznas dalam menghadirkan zakat yang berdampak, terarah, dan merata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Baznas RI, Baznas Provinsi, dan Baznas Lotim.
40 Resolusi Strategis
Rakorda Baznas menghasilkan 40 resolusi strategis yang telah ditandatangani dan disepakati bersama oleh seluruh Ketua Baznas kabupaten/kota dan LAZ se-NTB.
Resolusi tersebut mencakup penguatan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), peningkatan efektivitas pendistribusian dan pendayagunaan, pembenahan sistem keuangan dan pelaporan, penguatan sumber daya manusia, serta aspek umum kelembagaan.
‎Kepala Baznas Lombok Timur (Lotim), M. Kamli menyatakan bahwa acara tersebut memperkuat ekosistem filantropi di daerah.
“Melalui tim tanggap bencana, kami siap mendistribusikan bantuan cepat dan tepat sasaran, memastikan zakat tidak hanya mengentaskan kemiskinan tapi juga membangun ketahanan masyarakat,” katanya.
‎
‎”Tentu apa yang sudah menjadi komitmen bersama ini akan terus kami kawal dengan prinsip transparansi dan akuntabel,” tutupnya. (Enal)
