Guru PAUD di Jerowaru Muntah sampai Diare usai Santap MBG

FOTO: Inilah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan dapur Yayasan Ribath Al-UMM (YARIN). Setelah menyantap makanan ini, Kamis (22/01), Guru PAUD Al Ansori mengalami mual, muntah sampai mengalami diare.

NTBTerkini.id,Lotim– Guru PAUD Al Ansori, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), Nur Fitriani, mengalami mual, muntah hingga diare usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Kamis (22/01).

Kondisi yang dialami Nur Fitriani diduga disebabkan keracunan makanan yang diproduksi dapur Yayasan Ribath Al-UMM (YARIN) Desa Jerowaru. MBG yang disajikan yayasan tersebut diketahui sebagai menu uji coba untuk guru.

Namun saat disantap, terdapat lalat  di dalam ompreng makanan. “Awalnya disampaikan ini makanan uji coba untuk guru, jadi dibawakan ke saya. Saat suapan terakhir, terasa ada sesuatu,” ulasnya.

Ia sempat mengira benda tersebut bukan lalat. Rekannya pun menyarankan, agar makanan tersebut dimuntahkan. “Setelah dimuntahkan, ternyata benar ada lalat. Saat diperiksa kembali, ditemukan lagi satu lalat di Ayam Suwir,” terangnya.

Tak hanya ditemukan pada ompreng makanan guru, lalat juga didapati di ompreng makanan anak-anak. Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kebersihan makanan, serta lemahnya pengawasan dari pihak dapur penyedia MBG.

“Sampai sore ini saya masih merasakan sakit di ulu hati dan mual terus,” keluhnya.

Terpisah, Febrian SPPG YARIN menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya telah berupaya maksimal dalam menjaga kebersihan dapur dan kualitas makanan.

“Ampure, Kami di dapur sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga kualitas bahan baku dan kebersihan dapur. Kami juga memiliki alat Insect Killer untuk mencegah masuknya lalat,” bebernya.

Ia juga mengklaim sebelum dikemas, pihak dapur juga membungkus makanan menggunakan kertas wrapper guna meminimalisir kemungkinan masuknya serangga.

Febrian mengaku telah meminta klarifikasi kepada tim pemorsian. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, tidak ditemukan serangga saat proses pemorsian berlangsung.

“Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, kejadian ini kami jadikan bahan evaluasi agar ke depan lebih teliti,” komitmennya.

Terkait kondisi guru yang mengalami muntah dan gangguan kesehatan, Febrian menyatakan pihaknya masih akan memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Saya belum bisa memastikan apakah muntah itu disebabkan oleh makanan kami. Karena yang mengonsumsi makanan tersebut bukan hanya beliau, namun hanya beliau yang mengalami kondisi seperti itu,” singgungnya.

“Besok saya akan menjenguk. Jika memang terbukti berasal dari makanan kami, Insa Allah kami akan bertanggung jawab,” tandasnya.(EN)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id