Hultah ke-26 Al Husnul Mani’ Menggema, Miq Iqbal: Hati Saya Nyangkut di Pancor Manis

FOTO: Gubernur NTB saat menghadiri Hultah ke-26 Al Husnul Mani’, Minggu (29/03)

NTBTerkini.id, Lotim– Krisis global yang kini kian menekan situasi ekonomi, ribuan jamaah justru menemukan ketenangan dalam lantunan zikir. Dari sebuah majelis di sudut Lombok Timur (Lotim), pesan kuat menggema. Solusi bangsa tidak hanya lahir dari kebijakan, tapi juga dari kejernihan hati.

Gemuruh zikir dan doa mengguncang suasana Pondok Pesantren (Ponpes) Daarunniyah Assa’idah, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Minggu (29/03). Ribuan jamaah tumpah ruah memperingati puncak Hultah ke-26 Majelis Dzikir Al Husnul Mani’ NW Pancor Manis.

Bagi Jemaah, Momentum ini tidak sekedar seremonial tahunan. Lebih dari itu, majelis ini menegaskan perannya sebagai ruang spiritual yang menawarkan solusi, atas berbagai persoalan kehidupan. Termasuk kemiskinan dan krisis sosial.

Kehadiran Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menambah khidmatnya suasana majelis. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan kedekatan emosional yang tidak biasa dengan majelis tersebut.

“Saya sudah berkeliling ke banyak tuan guru. Tapi ada rasa yang berbeda ketika sampai di Pancor Manis. Hati saya seperti ‘nyangkut’ di sini,” ungkapnya, disambut haru jemaah.

Miq Iqbal, begitu sapaan akrab gubernur pun menilai, sosok pimpinan majelis, TGH M. Jamiluddin Syahid Al Yazidi, sebagai figur dengan keteladanan akhlak yang kuat.

“Ada ketenangan saat berbincang dengan beliau. Tidak ada ghibah, tidak ada membicarakan orang. Ini contoh kebersihan hati yang sangat kita butuhkan hari ini,” pujinya.

TGH M. Jamiluddin menegaskan, bahwa Majelis Dzikir Al Husnul Mani’ hadir untuk membangun karakter umat, menanamkan kesabaran dan rasa syukur sebagai fondasi menghadapi ujian hidup.

Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi pelengkap penting bagi program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Pemerintah berikhtiar melalui jalur lahiriah. Kami mendukung dari sisi batiniah. Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan, kemiskinan bisa diatasi jika umat rajin beristighfar dan berzikir,” tegasnya hakkul yakin.

Sebaliknya, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan persatuan di tengah perbedaan, menjadikan zikir sebagai perekat sosial yang menenangkan.

Di usia ke-26, Majelis Dzikir Al Husnul Mani’ menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia. Sinergi ini difokuskan pada penguatan pendidikan dan pembinaan kerohanian masyarakat.

Dengan semangat inklusif, majelis ini diharapkan semakin diterima semua kalangan sebagai ruang pembersihan hati. Sebab dari hati yang jernih, lahir kekuatan untuk bangkit menghadapi tantangan ekonomi dan sosial menuju kehidupan yang lebih berkah.(EN)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id