Jenazah PMI asal Masbagik Dipulangkan dari Malaysia dengan Kondisi Tubuh Penuh Jahitan

Inilah kondisi Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Nibas, Desa Masbagik Utara Baru, Masbagik, Lombok Timur (Lotim), Provinsi NTB insial M (48), yang dipulangkan dari Malaysia, tanggal 30 Oktober 2025.

NTBTerkini.id, Lotim – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Nibas, Desa Masbagik Utara Baru, Masbagik, Lombok Timur (Lotim), Provinsi NTB insial M (48), dipulangkan dari Malaysia. Namun miris, saat tiba di kampung halaman, kondisi tubuh Jenazah terlihat janggal, disebabkan banyaknya jahitan.

Hal ini memicu kecurigaan keluarga, bahwa Jenazah telah diambil organ dalamnya sebelum dipulangkan. ‎Kakak korban, Mulyadi mengungkapkan, sebelum meninggal, korban ditabrak kendaraan usai salat magrib di masjid di lokasi tempatnya bekerja.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang nyawanya tidak tertolong. ‎”Meski korban sempat di bawa ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan, yang akhirnya meninggal Rumah Sakit di Malaysia,” ulas Mulyadi, Rabu (19/11/ 2025).

‎Kepulangan jenazah ke Lombok sempat tertunda, akibat saat itu tidak ada jadwal penerbangan dan harus menginap 1 malam di Rumah Sakit. Jenazah akhirnya sampai ke Lombok pada 30 Oktober 2025, dengan kondisi tubuh penuh jahitan mulai dari lingkaran leher, hingga pusar.

‎”Badan sudah terjahit dari leher sampai pusar, Fotonya dikirim oleh salah satu saudara yang waktu itu sedang bersama korban di Malaysia,” timpalnya.

Fakta ini bertentangan dengan keterangan rumah sakit di negara setempat yang menyebut, korban meninggal dunia akibat luka di bagian kepala. ‎”Dari keterangan pihak RS, korban mengalami luka di kepala, tapi kok malah ada jahitan di badan, itu yang menjadi pertanyaan kita sekarang,” singgungnya.

‎Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Khairul Ikhsan, menyampaikan keprihatinannya dengan kasus tersebut. Ia berkomitmen akan membantu pihak keluarga, untuk mendapat kebenaran kasus kematian warganya tersebut.

“Ini sudah masuk kejahatan kemanusiaan, dugaan kami organ dalam tubuh korban diambil. Harus diperjelas kasus ini, saya sebagai kepala desa, apalagi melihat warga saya, keluarga saya dan walaupun informasinya kecelakaan dan melihat foto banyak jahitan dan timbul dugaan seperti ini, harus kita perjelas,” tandasnya.(RIN/TIM)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id