FOTO: Kajari Mataram, Dr. Gde Made Pasek Swardhyana, saat menyampaikan sambutannya di kegiatan Pelatihan Bahasa Isyarat Tingkat Mahir, Kamis (05/03).
NTBTerkini.id, Mataram– Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, menggelar kegiatan Pelatihan Bahasa Isyarat Tingkat Mahir, Kamis (05/03), di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Mataram.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Khususnya bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kajari Mataram, Dr. Gde Made Pasek Swardhyana, Sekda Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, S.Pi., M.Si, para kasi dan kasubag di lingkungan Kejari Mataram, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Mataram.
Kegiatan ini juga diikuti oleh 15 peserta dari Kejari Mataram serta peserta dari perwakilan OPD se-Kota Mataram. Sesuai jadwal, pelatihan ini akan berlangsung hingga 7 Maret 2025.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, S.Pi., M.Si., menekankan, kemampuan berbahasa isyarat menjadi hal yang penting dalam pelayanan publik saat ini.
Hal ini mengingat penerima layanan bukan hanya masyarakat pada umumnya, tetapi juga masyarakat penyandang disabilitas yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan yang layak.
“Pelatihan ini juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kemampuan serta membiasakan penggunaan bahasa isyarat, dalam pelayanan sehari-hari. sehingga pelayanan publik dapat diberikan secara setara dan tidak diskriminatif,” harapnya.
Sementara itu, Kajari Mataram Dr. Gde Made Pasek Swardhyana mengungkapkan, pelatihan bahasa isyarat ini merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan tingkat dasar yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 02 hingga 04 Maret 2026.
Dijelaskan kajari, kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dalam mewujudkan pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi salah satu inovasi pelayanan unggulan yang bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, dapat terpenuhi dengan baik.
Sehingga nantinya masyarakat merasa nyaman dalam memperoleh pelayanan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kemampuan aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas dapat semakin meningkat.
“Sekaligus memperkuat sinergi antara Kejari Mataram dan Pemkot Mataram dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.(RIN)
