Komitmen Lahirkan Lulusan Berdaya Saing Global, SMKN 1 Bayan Perkuat Strategi Link and Match

(Kiri) Kepala SMKN 1 Bayan, Andi Munif, saat kegiatan APHP dan TEI dengan DUDI, yang diselenggarakan, bulan Oktober lalu.

NTBTerkini.id, KLU- SMKN 1 Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), memperkuat komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global melalui strategi ‘Link and Match’ mendalam dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).

Pendekatan ini berfokus pada penyelarasan kurikulum, peningkatan kualitas SDM, serta pembangunan kemitraan yang sinergis dan berkelanjutan.

Kepala SMKN 1 Bayan, Andi Munif, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (26/11/2025) mengatakan, inti dari strategi ini adalah memastikan kurikulum sekolah dan kualitas lulusan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri terkini.

“Strategi penguatan kerja sama kami berfokus pada pendekatan Link and Match yang mendalam. Kami memastikan kurikulum dan lulusan relevan dengan kebutuhan industri. Di tahun 2025 ini, misalnya, kami melakukan penyelarasan kurikulum untuk dua kompetensi keahlian,”beber Munif.

Dua kompetensi keahlian yang diselaraskan adalah Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dengan Reno Bakery Tanjung, serta Teknik Elektronika Industri dengan CV. Pratama Service Tanjung. Penyelarasan ini melibatkan IDUKA secara langsung dalam perancangan dan pengembangan kurikulum.

Empat pilar utama strategi tersebut meliputi Penyelarasan Kurikulum Berbasis Industri, Pengembangan Soft Skills, Keterlibatan Aktif IDUKA dalam Proses Pembelajaran, dan Peningkatan Kualitas SDM SMK.

Dalam proses pembelajaran, keterlibatan IDUKA diwujudkan melalui Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa dan magang guru yang efektif selama enam bulan. Selain itu, SMKN 1 Bayan rutin mengundang Guru Tamu atau Ahli Industr, untuk berbagi pengetahuan dan memperkenalkan teknologi terbaru.

“Kami juga mendorong siswa untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang diakui oleh industri. Selain itu, kami mengadakan program pelatihan dan magang bagi guru SMK di IDUKA secara berkala untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka,”dorong Munif.

Sekolah juga berupaya menerapkan budaya kerja dan standar disiplin yang lazim di Industri. seperti Program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, SMKN 1 Bayan belum melaksanakan program Kelas Industri. Yaitu kelas khusus yang dikelola bersama SMK dan industri.

Hal ini disebabkan kendala keterbatasan jumlah mitra industri di daerah terpencil, ketidaksesuaian kurikulum dengan standar kerja terbaru, serta keterbatasan fasilitas dan sumber daya guru yang belum merata pemahamannya, terhadap standar industri.

“Untuk Kelas Industri, kami masih melakukan penjajakan dengan berbagai IDUKA,” katanya.

Adapun model kemitraan yang sudah berjalan meliputi Penyelarasan Kurikulum, PKL, Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) yang melibatkan industri, dan Penempatan Lulusan. Ditegaskan Munif, prinsip kerja sama dengan IDUKA harus berdasarkan asas Saling Menguntungkan, Saling Memperkuat, dan Saling Memerlukan.

Hal ini penting untuk menciptakan hubungan resiprokal dan berkelanjutan, di mana SMK mendapatkan peningkatan kualitas lulusan, dan industri mendapatkan pemenuhan tenaga kerja yang sesuai.

Ciptakan Lulusan Berdaya Saing Global

Sebagai Kepsek, Munif memandang perannya sebagai manajer dan pemimpin yang proaktif. Peran ini mencakup pengelolaan hubungan, koordinasi strategis, perencanaan dan pengawasan program, mendorong inovasi, serta menciptakan kesepahaman antara sekolah dan industri.

Secara keseluruhan, SMKN 1 Bayan berupaya menghasilkan SDM yang berdaya saing di era global melalui revitalisasi pendidikan vokasi. Langkah-langkah utamanya meliputi Penyelarasan Kurikulum. Yakni Melalui kurikulum bersama dan Teaching Factory yang mensimulasikan lingkungan pabrik.

Kemudian Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik, melalui pelatihan berkelanjutan, magang guru, dan sertifikasi kompetensi. Pengembangan Soft Skills, yakni Melatih keterampilan Abad ke-21, penguasaan bahasa asing, dan pemahaman lintas budaya.

Optimalisasi Teknologi Digital. Yakni memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan menyediakan infrastruktur yang memadai. Terakhir, Sertifikasi Kompetensi Internasional, untuk mendorong lulusan memiliki bukti kompetensi yang diakui secara global.

“Dengan mengimplementasikan strategi-strategi ini, diharapkan terjadi keselarasan yang mendalam antara lulusan SMK dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di pasar global,” jelasnya.(FIT)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id