General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel, Fadjri Dukariadi Roesman.
Mataram (ntbterkini.id) – MotoGP 2025 yang diselenggarakan di Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok Tengah (Loteng) Provinsi NTB awal Oktober lalu, tidak hanya menjadi magnet untuk dunia pariwisata. Event berkelas itu memberikan keuntungan bagi managemen Lombok Astoria Hotel, berupa melonjaknya okupansi hotel.
Lonjakan itu masih berlangsung hingga akhir bulan ini, yang di mana seluruh kamar dan ruangan lainnya di hotel tersebut masih terisi penuh. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga Desember.
“Dari okupansi, harga kamar dan revenue meningkat dibandingkan tahun 2024. Dua hari sebelum event tersebut digelar, fasilitas kamar hotel kami terjual habis. Jadi, MotoGP yang tahun sekarang ini jauh lebih bagus,” puji General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel, Fadjri Dukariadi Roesman, saat diwawancarai tim ntbterkini.id, Rabu (29/10/2025).
Selain itu, event ini juga menurutnya dapat memberikan dampak jangka panjang. Hal ini didukung dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, yang tidak hanya konsen terhadap Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Sport Tourism kini menjadi salah satu daya tarik yang mampu menghidupkan sektor pariwisata daerah, khususnya sektor bisnis perhotelan. Hal ini lantas memantik inisiatif tim management Lombok Astoria Hotel menyusun strategi yang disesuaikan dengan minat pasar.
“Mungkin bukan seperti MotoGP, tapi kita bisa mengadakan event-event yang tentunya punya kelas, untuk mencari segmen market tersendiri supaya cocok dengan setiap event yang kita adakan. Kalau nggak ada segmen pasarnya, nanti try and error dan hasilnya gagal,” bebernya.
Hal lainnya yaitu Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan pelayanan hotel. Dijelaskan bahwa sistem kolaborasi antar industri perhotelan dengan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program praktik kerja lapangan (PKL) sangat mendukung.
Kendati demikian, harus didorong agar ke depannya siswa magang yang terbukti berkualitas, dan memiliki keahlian khusus tidak terbentur dengan kebijakan ganda yang membatasi peluang kerja siswa di dunia industri.
“Jadi industri hotel punya kebijakan ganda. Satu sisi memberikan pengalaman dan skill lewat PKL, tapi saat melamar kerja, ada syarat dibutuhkan yang berpengalaman minimal 1 tahun tahun atau 2 tahun. Inikan yang membingungkan,” ujarnya.
Sebaliknya, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan keamanan. Baik di area wisata, akomodasi, hingga transportasi. Lingkungan yang aman, akan memperkuat citra Pulau Lombok sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
“Sehingga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, karena aman, nyaman, dan meningkatkan potensi kunjungan berulang setelah momen event besar seperti MotoGP berakhir,” pesannya.(FIT/RIN/PUT/GND)
