FOTO: Plt. Kepala SMPN 1 Mataram, Muhammad Taufik.
NTBTerkini.id, Mataram- SMPN 1 Mataram berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi seluruh kalangan tanpa terkecuali. Plt. Kepala SMPN 1 Mataram, Muhammad Taufik, menyatakan pihaknya siap menerapkan kembali program sekolah inklusi secara penuh pada tahun ajaran 2026/2027.
Taufik menjelaskan bahwa inisiasi sekolah inklusi di SMPN 1 Mataram sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu. Langkah ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap prinsip keadilan pendidikan, di mana setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar di sekolah reguler.
“Untuk sekolah inklusi memang sudah mulai sejak tahun lalu dan insyaallah di tahun ajaran 2026/2027 akan kami terapkan kembali,” ujar Taufik saat dikonfirmasi media, Senin (26/01).
Menurut Taufik, latar belakang penerapan kebijakan ini didasari oleh semangat keterbukaan. Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan tidak boleh bersifat diskriminatif terhadap calon peserta didik. Termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
“Latar belakangnya adalah sekolah harus menerima siswa dengan berpendidikan khusus. Tidak boleh ada sekolah yang menolak keinginan siswa untuk belajar. Termasuk anak yang memiliki kebutuhan khusus,” tegasnya.
Mengenai fasilitas penunjang, Taufik mengungkapkan bahwa pihak sekolah tidak melakukan perombakan besar atau mengistimewakan sarana dan prasarana secara berlebihan. Fokus utama sekolah saat ini justru terletak pada kesiapan sumber daya manusia.
Ia menilai, kunci keberhasilan sekolah inklusi bukan hanya pada fisik bangunan, melainkan pada kompetensi guru dalam mendampingi siswa dengan karakteristik yang beragam.
“Untuk fasilitas maupun sarana dan prasarana di sekolah kami, tidak terlalu mengistimewakan. Hanya yang perlu dipersiapkan adalah dari tenaga pendidik atau guru,” imbuh Taufik.
Guna memastikan program ini berjalan berkesinambungan, SMPN 1 Mataram mengharapkan sinergi dari pemangku kebijakan. Taufik berharap Pemerintah Kota Mataram, khususnya Dinas Pendidikan, dapat memberikan pendampingan dan dukungan nyata bagi sekolah-sekolah yang menjalankan program inklusi.
“Kami juga berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Mataram, khususnya Dinas Pendidikan, untuk mendukung sekolah dalam menerapkan sekolah inklusi ini,” harapnya.(FIT)
