Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menerima penghargaan dari Ponpes Lentera Inslamic Boarding School, Selasa (20/2025).
Lobar (ntbterkini.id)- Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Oktober 2025, diselenggarakan dengan sangat berbeda oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Lentera Hati Islamic Boarding School, Lombok Barat (Lobar), Provinsi NTB, dibanding tahun sebelumnya.
Karena selain Salawat bersama, ponpes ini juga menggelar penganugerahan gelar ‘Yai Menteri’ kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Penganugerahan tersebut ditandai dengan penyerahan resmi beberapa benda keramat yang diantaranya sorban, tongkat, cincin serta hal-hal lainnya, oleh Mudirul Aam Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School, Abah Muazzar Habibi.
Turut hadir dalam penganugerahan gelar tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Lalu Adrian Irfani, Wakil Gubernur NTB, Hj Dinda Dhamayanti Putri, para tokoh Muhammadiyah, salah satunya H Arsyad Gani, dan para pejabat daerah. Acara itu diisi berbagai macam hiburan dan tarian yang dibawakan para santri di ponpes ini.
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menyampaikan terima kasih atas penganugerahan gelar tersebut. Ia mengungkapkan, Istilah Yai, memiliki empat arti secara Antropologi. Diantaranya memiliki aura magis (Magical Power), dan menjadi seorang pemimpin.
Istilah Yai juga berarti orang yang memiliki ilmu agama yang mendalam (Alim), istilah Yai juga identik orang yang sudah memiliki cucu.
“Menurut saya, Yai yang dimaksud memiliki kemuliaan karena akhlak dan ilmunya. Kami berharap, ponpes Lentera Hati melahirkan insan pemimpin, kyai, yang memiliki kekuatan fisik dan ilmu untuk menjadi pemimpin yang menciptakan kesejahteraan bagi umat,” ucapnya.
Pada tempat yang sama, Abah Muazar Habibi menuturkan, Hari Santri Nasional kali ini merupakan moment bersejarah, di mana ponpesnya bersama para masyaikh resmi menganugerahkan gelar Yai Menteri ke Mendikbudmen.
Sekaligus, menyerahkan benda keramat yang sering digunakan tuan guru dan tokoh Islam di Pulau Lombok. Pada moment ini, Abah Muazar Habibi menyampaikan perkembangan ponpesnya.
Kata dia, jumlah santri di Ponpes Lentera Hati kini mencapai 1.300 orang. Semenjak meraih penghargaan sebagai ponpes pelaksana inklusif terbaik se NTB, Ponpes ini menyediakan PAUD ramah anak lengkap dengan fasilitas CCTV. sehingga jauh dari praktik bullying (perundungan).
Selain itu Abah Muazar Habibi juga menyiarkan Khabar gembira. DPR RI akan memberikan bantuan revitalisasi untuk sekolah pertama terpadu bidang karakter untuk melanjutkan program karakter di tahun depan.
“Kedatangan Yai menteri memberikan titik terang dan semangat bagi kami. Selamat datang kiai menteri di Ponpes Lentera hati untuk merayakan hari santri. Semoga lentera hati maju dan diberkati,” ucap Abah Muazzar Habibi.
Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan apresiasi serta selamat pada Mendikdasmen atas penganugerahan gelar Yai Menteri. Terlebih lagi, momentum hari santri, merupakan saat yang tepat.
Karena menurutnya, Hari santri Ini tidak hanya seremonial. Tetapi, memiliki makna yang mendalam dan tentunya selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka menciptakan generasi emas Indonesia melalui pesantren. Salah satunya Ponpes Lentera Hati.
“Semoga suksesnya lentera hati akan diikuti oleh sekolah atau ponpes di NTB. Harapan kami, keberadaan Ponpes Lentera Hati akan membantu menggenjot sektor pendidikan untuk meningkatkan IPM di daerah,” harapnya.
Sementara itu, Komisi X DPR RI, H Lalu Adrian Irfani, memuji Kehadiran Mendikdasmen ke ponpes tersebut, dalam agenda kunjungannya ke NTB. Hal ini menurutnya menjadi Bukti dari kecintaannya terhadap tanah Bumi Gora.
Sebaliknya, ia menilai, suksesi acara tersebut tidak lepas dari upaya Abah Muazar habibi yang di mana pada setiap kegiatan kemitraan, Abah Muazar habibi juga selalu hadir mendampingi DPR RI.
Ia pun kembali memuji para talenta di Ponpes Lentera hati. Hal ini menurutnya, sebagai bagian dari kesiapan pihak pesantren, serta syarat pemerintah pusat memberikan bantuan revitalisasi tahun 2026.
Untuk diketahui, Pemprov NTB beserta pemerintah kabupaten/ kota dan DPR RI, tengah berbenah agar dunia pendidikan di daerah bisa lebih baik lagi ke depannya. Hal ini selaras dengan upaya Presiden RI yang benar-benar fokus terhadap dunia pendidikan di Nusantara.
Pada kesempatan tersebut, Lalu Hadrian juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah dilaksanakan DPRI RI khususnya di Komisi X. Diantaranya, realisasi pelaksanaan 230 ribu Kartu Indonesia Pintar. Kemudian program revitalisasi sebanyak 60 sekolah. Terdiri dari PAUD, SD, serta SMP.
Kendati sudah dirasakan manfaatnya, diakui dia, masih banyak sekolah yang belum tersentuh revitalisasi. Karenanya, Ia mengajak agar seluruh pihak tetap mendukung suksesi program tersebut.
“Pak menteri sangat komit. Berkat Komitmennya beliau ini, kami dari Komisi x siap mengawal suksesi program revitalisasi, khususnya Ponpes Lentera Hati,” tutupnya.(RIN).
