Program TeFa dan PKK, Prioritas Utama SMKN 1 Kuripan

FOTO: Para siswi SMKN 1 Kuripan, Lombok Barat (Lobar), tengah melaksanakan salah satu item dalam program Teaching Factory (TeFa).

NTBTerkini.id, Lobar-SMKN 1 Kuripan, Lombok Barat (Lobar) menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan program Teaching Factory (TeFa) dan Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Langkah ini sebagai upaya strategis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga berjiwa wirausaha.

Plt. Kepala SMKN 1 Kuripan, Muhamad Sumarlin mengungkapkan, program TeFa telah ditetapkan sebagai prioritas utama sekolah. Komitmen ini bahkan diwujudkan melalui kebijakan internal dan alokasi anggaran khusus.

Sumarlin menerangkan, bahwa dukungan pimpinan sekolah diimplementasikan melalui penetapan TeFa sebagai program prioritas yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS).

“Kami memastikan adanya regulasi internal yang mendukung operasional TeFa secara berkelanjutan,” tegas Sumarlin dikonfirmasi, Sabtu (07/12/2025)

Dukungan tersebut, lanjutnya, mencakup alokasi anggaran yang signifikan, penyediaan sarana-prasarana, peralatan produksi, bahan praktik, hingga pemeliharaan fasilitas. Program TeFa dan PKK ini, kata Sumarlin, didukung oleh kebijakan internal yang mengatur integrasi kurikulum, penyelarasan, hingga asesmen berbasis produksi.

Untuk menjamin kualitas lulusan, sekolah secara aktif mengintegrasikan standar industri ke dalam kurikulum mata pelajaran produktif. “Kami melakukan penyelarasan kurikulum dengan cara mengadopsi unit-unit kompetensi yang digunakan industri,” terang Sumarlin.

Prosesnya melibatkan identifikasi standar keterampilan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja yang berlaku di Dunia Usaha, Dunia Industri (DUDI). Standar ini kemudian dimasukkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar.

Diakui bahwa Penerapan PKK dan TeFa dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak sekolah, untuk menyesuaikan pembelajaran dengan budaya kerja industri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi kerja siswa, memperkuat keterampilan kewirausahaan, dan memastikan proses pembelajaran produktif mencerminkan alur produksi nyata.

Peran mitra industri (DUDI) dalam program ini dinilai sangat sentral, meliputi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, fasilitasi siswa termasuk magang atau praktik kerja, dan Integrasi PKK dalam Kurikulum Sekolah.

Program PKK di SMKN 1 Kuripan merupakan mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam berkreasi, memecahkan masalah, dan berwirausaha.

“PKK terintegrasi dalam kurikulum dengan menghubungkan kegiatan pembelajaran berbasis produksi,  dengan kompetensi dasar mata pelajaran produktif,” paparnya.

Proyek atau job order yang datang dari kegiatan PKK dijadikan konteks nyata bagi siswa untuk mempraktikkan kompetensi teknis dan kewirausahaan dalam satu alur kerja yang utuh. Hal ini menjadikan proses produksi hingga pemasaran sebagai bagian dari asesmen dan capaian pembelajaran.

“Dengan demikian, PKK tidak berdiri sendiri. Tetapi menjadi penguat bagi seluruh pembelajaran produktif di sekolah,” jelasnya.(Fit)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id