Dalam Jumpa pers akhir tahun 2025 yang digelar di Aula Kantor BNNK Sumbawa, Senin (22/12/2025), Kepala BNNK Sumbawa, AKBP Denny Priadi, S.Sos, menyampaikan, 69 pelajar dinyatakan positif narkoba.(IST)
NTBTerkini.id, Sumbawa- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa mengungkap fakta memprihatinkan terkait penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Dari total 609 pelajar tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK yang menjalani tes urine sepanjang tahun 2025, sebanyak 69 orang dinyatakan positif narkoba.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNNK Sumbawa, AKBP Denny Priadi, S.Sos, dalam jumpa pers akhir tahun 2025 yang digelar di Aula Kantor BNNK Sumbawa, Senin (22/12/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubag Umum Ahmady, Ibnu Trijananda, SE, Asisten Konselor Nita Sasmita, Taufik Hidayat, S.Pd (Humas BNN), serta Mayang Silvi Kurnia, SKM (Penyuluh Narkoba).
AKBP Denny Priadi menjelaskan, seluruh pelajar yang dinyatakan positif langsung diarahkan untuk menjalani program rehabilitasi dengan melibatkan pihak sekolah dan orang tua.
“Pendekatan yang kami lakukan adalah rehabilitatif, bukan represif. Koordinasi dengan sekolah dan keluarga menjadi kunci utama,” ujarnya.
Saat ini, BNNK Sumbawa tengah merehabilitasi 46 orang pelajar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 orang berasal dari tingkat SMP dan 17 orang dari SMA. Seluruhnya menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama BNN Sumbawa.
Menurut Denny, sebagian besar pelajar terpapar narkoba karena faktor coba-coba dan penggunaan rekreasional. Dan seluruh pelajar yang terpapar diketahui merupakan perokok aktif.
“Ada tekanan dari lingkungan pergaulan, misalnya jika tidak ikut menggunakan narkoba, mereka dikucilkan oleh teman-temannya,” jelasnya.
Selain itu, faktor keluarga juga menjadi perhatian serius. Rata-rata pelajar yang terjerumus narkoba berasal dari keluarga broken home akibat perceraian orang tua atau tinggal jauh dari pengawasan keluarga.
“Pengawasan yang lemah sangat mempengaruhi,” tambahnya.
Dari hasil pendalaman, para pelajar memperoleh narkoba dengan cara patungan dari uang jajan, membeli langsung dari pengedar yang berada di salah satu desa wilayah Kecamatan Moyo Hilir, dan menggunakannya secara situasional.
Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, BNNK Sumbawa mengklaim telah melakukan berbagai upaya maksimal dalam memerangi peredaran narkoba melalui pendekatan sosialisasi, pencegahan, dan rehabilitasi.
Tercatat, kegiatan sosialisasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) telah dilaksanakan sebanyak 56 kali di lingkungan pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat dengan total peserta mencapai 10.586 orang.
BNNK Sumbawa juga meluncurkan terobosan SARAPAN (Sapa Rama Peno) Bareng BNN yang rutin dilaksanakan melalui kegiatan Car Free Day Samota sebagai media edukasi publik.
Selain itu, BNNK Sumbawa mengimplementasikan Gerakan Nasional ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) yang menitikberatkan pada penguatan peran keluarga dan pemberdayaan generasi muda sebagai garda terdepan pencegahan narkoba.
Dalam program ANANDA BERSINAR, tercatat sebanyak 7.368 pelajar dan 3.463 keluarga telah terlibat aktif. Gerakan ini dirancang dengan lima tujuan strategis untuk membangun ekosistem pencegahan dan pemulihan yang holistik dan berkelanjutan demi melindungi generasi penerus bangsa.
BNNK Sumbawa berharap sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah terus diperkuat guna menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan generasi muda.(FIT)
