FOTO: Gebyar Ramadan dalam rangka peringatan hari besar islam (PHBI) 1447 Hijriah, Sabtu (07/03) malam.
​NTBTerkini.id, Loteng– Gebyar Ramadan dalam rangka peringatan hari besar islam (PHBI) 1447 Hijriah resmi dibuka Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri, Sabtu (07/03) malam.
Untuk diketahui, even ini digelar pemde rutin setiap tahun. Namun kali ini tampak lebih semarak. Karena selain kehadiran bupati, even ini dirangkai juga dengan berbagai kompetisi menarik.
Diantaranya Lomba hafalan ayat-ayat pendek (Tahfidz), Lomba Adzan, Karaoke Religi, Fashion Show Busana Muslim, dan Lomba Cerdas Cermat Agama. Even ini pun mendapat pujian Bupati Loteng.
“Gebyar Ramadhan ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat kita memiliki semangat keagamaan yang luar biasa. Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas diri dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” puji Pathul dalam sambutannya.
Bupati juga mengingatkan tentang pentingnya kontribusi nyata bagi lingkungan sosial, selama bulan ramadan. “Saya mengajak seluruh warga untuk mengisi ramadan dengan kegiatan yang bermakna dan memberikan keberkahan bagi kita semua,” ajaknya.
Kepala Desa Beleke Daye, Haris, dalam sambutannya mengucap syukur atas terselenggaranya even ini.
“Gebyar Ramadan adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah desa, dalam mendukung kehidupan religi sekaligus memperkuat identitas desa yang berbudaya,” ujarnya.
​Senada disampaikan Ketua Panitia PHBI, Putuh Ibrahim Haris. Pihaknya pun berharap, kegiatan ini memberikan dampak sosial yang positif, terutama bagi kalangan remaja.
​”Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan. Serta mampu mengubah pergaulan sosial anak muda ke arah yang lebih baik,” harap dia.
“Terima kasih kepada bapak bupati yang telah berkenan hadir dan membuka langsung acara ini, serta kepada seluruh warga yang telah mendukung dengan penuh semangat,” tutupnya.
Turut hadir dalam pembukaan Gebyar Ramadan, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, hingga perwakilan organisasi kepemudaan Islam.(MEI)
