SDN 1 Pemongkong Langganan Banjir

FOTO: Beginilah kondisi SDN 1 Pemongkong. Tiap tahunnya, sekolah ini kerap menjadi langganan banjir dan   mengganggu aktivitas belajar mengajar.

NTBTerkini.id, Lotim– SDN 1 Pemongkong di Dusun Serumbung, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), kembali terendam banjir. Peristiwa yang kembali terjadi, Rabu (21/01).

Menurut salah seorang guru di sekolah tersebut, perlu adanya tata kelola dan keberpihakan anggaran terhadap infrastruktur pendidikan dasar.

Banjir di lingkungan sekolah tersebut bukan kejadian insidentil dan dapat diprediksi terjadi akibat ketiadaan sistem drainase, dan hal ini dibiarkan berlarut-larut dari tahun ke tahun.

“Banjir ini bukan kejadian sekali dua kali. Setiap musim hujan, sekolah selalu terendam karena tidak ada saluran pembuangan air yang layak,” ungkap guru ini, yang tidak ingin namanya disebutkan.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala SDN 1 Pemongkong, Murdiono. Ia mengatakan banjir terjadi hampir setiap tahun dan sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar.

“Kalau musim hujan, apalagi hujannya besar seperti tadi malam, air bisa setinggi lutut orang dewasa di halaman sekolah. Aktivitas siswa dan guru sangat terganggu,” ulasnya.

Akibatnya, sejumlah ruang kelas tergenang dan proses belajar mengajar terganggu bahkan lumpuh. Siswa terpaksa mengikuti pembelajaran dalam kondisi yang tidak aman dan tidak sehat.

Risiko penyakit meningkat, keselamatan terancam, dan hak dasar anak atas pendidikan yang layak kembali terabaikan.

Murdiono yang baru beberapa minggu menjabat Pelaksana Tugas (Plt) kepsek ini mengaku, pihak sekolah memiliki keterbatasan untuk melakukan penanganan. Upaya yang dilakukan sejauh ini sebatas penanganan darurat dengan kemampuan yang ada.

“Kami sudah berupaya semampunya. Seperti mendatangkan tanah uruk, Kemarin saya datangkan tiga dam, tapi belum sempat ditimbun, baru ditumpuk di titik genangan air. Itu pun hanya untuk meminimalisir, bukan menyelesaikan masalah,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa solusi permanen tidak mungkin dilakukan oleh sekolah tanpa intervensi pemerintah. Pasalnya, hingga kini tidak terdapat saluran drainase yang berfungsi di sekitar lingkungan sekolah.

“Harapan kami besar kepada pemerintah daerah dan instansi terkait agar ada perhatian serius. Air ini tidak punya saluran sama sekali,” harapnya.

Senada disampaikan Kanit UPTD Kecamatan Jerowaru, Lalu Kadindi. Ia menyatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi.

“Ini memang terjadi setiap tahun. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi,” ujarnya.(EN)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id