Sembilan Dapur MBG di Jerowaru Serap 400 Lebih Tenaga Kerja dan Libatkan Puluhan UMKM

FOTO: Salah satu dampak nyata dari keberadaan dapur MBG di Jerowaru Lotim, terserapnya ratusan warga lokal sebagai pekerja.

NTBTerkini.id, Lotim– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.

Hingga saat ini, sembilan dapur layanan gizi telah beroperasi aktif, sekaligus membuka lebih dari 400 lapangan pekerjaan baru bagi warga lokal, Rabu (11/3).

Tenaga kerja tersebut terlibat langsung dalam operasional dapur SPPG, mulai dari tim pengolahan makanan, distribusi, hingga tenaga pendukung lainnya.

Jumlah ini belum termasuk pengawas keuangan, pengawas gizi, serta kepala SPPG yang juga terlibat dalam pelaksanaan program.

Dengan keterlibatan ratusan tenaga kerja lokal tersebut, program MBG dinilai memberi dampak ekonomi yang signifikan. Karena setidaknya 400 orang yang kini memiliki sumber penghasilan tetap dari program tersebut.

Mansur selaku salah satu relawan menilai, program ini membuka peluang kerja bagi masyarakat yang sebelumnya bekerja di sektor serupa, namun dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Sejak adanya SPPG, banyak pekerja yang untuk pertama kalinya mendapatkan gaji yang layak dari pekerjaan yang sebelumnya juga mereka lakukan,” pujinya.

Dampak ekonomi program ini tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja langsung. Operasional dapur SPPG juga menggerakkan rantai pasok bahan baku dari pelaku usaha lokal.

Diperkirakan setiap dapur SPPG bekerja sama dengan sekitar 10 supplier bahan pangan. Mulai dari telur ayam dan puyuh, roti, sayur-sayuran lokal, buah-buahan, hingga bahan pangan lainnya.

Dengan sembilan dapur yang telah berjalan, program ini telah melibatkan lebih dari 50 pelaku UMKM lokal di Kecamatan Jerowaru dan sekitarnya.

Selain sebagai pemasok bahan baku, peluang kerja juga terbuka bagi masyarakat sebagai driver supplier, petani atau pekebun, hingga tenaga logistik distribusi.

Bukti Kebijakan Publik Berdampak ke Masyarakat

Koordinator Kecamatan (Korcam) Jerowaru, Andri Sahria menilai, program ini menjadi contoh nyata kebijakan publik yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pelibatan lebih dari 400 pekerja lokal merupakan bukti bahwa pajak rakyat kembali kepada rakyat. Apalagi program ini juga melibatkan UMKM lokal sebagai supplier,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Agamawan Salam menegaskan bahwa program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Program MBG melalui SPPG tidak hanya memastikan pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui tenaga kerja dan UMKM sebagai supplier,” terangnya.

Meski memberikan dampak positif, pengelola SPPG tetap membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program.

“Kami tetap membuka ruang kritik dan saran dari masyarakat maupun relawan. Ini penting agar pelayanan terus ditingkatkan sehingga manfaat program benar-benar optimal,”jelasnya.

Dengan semakin berkembangnya operasional dapur SPPG di Jerowaru, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus pencipta lapangan kerja baru.(EN)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id