FOTO: Korwil BGN Lotim tengah melaksanakan monitoring SPPG di Jerowaru, Kamis (02/04).
NtbTerkini.id, Lotim– Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara (Suspend) operasional sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Timur (Lotim).
Kebijakan ini tertuang dalam surat Nomor 1218/D.TWS/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026, ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan.
Langkah suspend tersebut diambil menyusul laporan Koordinator Regional Provinsi NTB pada tanggal yang sama, bahwa sejumlah SPPG belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.
Merespons hal ini, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Lotim, Agamawan Salam, bergerak cepat turun langsung ke lapangan.
Ia melakukan monitoring terhadap progres perbaikan dapur SPPG di Kecamatan Jerowaru, Kamis (02/04), didampingi Koordinator Kecamatan (Korcam) setempat.
Pengawasan difokuskan pada kesiapan mitra dan yayasan dalam memenuhi seluruh prasyarat operasional.
Terutama yang berkaitan dengan standar lingkungan dan kesehatan. Dalam kunjungan tersebut, tiga SPPG yang sebelumnya disuspend diperiksa secara langsung.
Monitoring ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan guna memastikan kepatuhan terhadap standar operasional yang telah ditetapkan.
Agamawan menegaskan, pemenuhan IPAL menjadi prioritas utama yang harus segera diselesaikan oleh seluruh mitra.
“SPPG tidak akan di suspend jika seluruh SOP dipenuhi. Langkah ini bukan untuk menghentikan operasional, melainkan memastikan standar layanan tetap terjaga,” tegasnya.
Sejauh ini, komitmen perbaikan dari pihak mitra mulai terlihat. Selain menyatakan kesanggupan, yayasan juga telah menunjukkan bukti konkret berupa invoice pemesanan IPAL sebagai langkah awal pemenuhan kewajiban.
Ke depan, pengawasan akan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan guna memastikan seluruh komitmen tersebut benar-benar direalisasikan di lapangan.
Dengan percepatan perbaikan yang tengah berjalan, seluruh SPPG di Jerowaru diharapkan dapat segera kembali beroperasi normal dengan standar layanan yang lebih ketat, aman, dan sesuai regulasi.(EN)
