SMAN 1 Gunungsari andalkan Program OTA dan Spiritual Camp untuk Siswa

Siswa dan siswi SMAN 1 Gunungsari tengah dibina melalui program Orang Tua Asuh (OTA) oleh wali kelasnya, Senin (27/10/2025).

Lobar (ntbterkini.id)-SMAN 1 Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), kian memperkuat komitmennya dalam menangani permasalahan siswa dan membentuk karakter yang unggul, melalui implementasi program inovatif ‘Orang Tua Asuh (OTA)’, dan kegiatan keagamaan bertajuk ‘Spiritual Camp’.

Dalam implementasinya, dibutuhkan kerja sama erat antar stakeholder sekolah dan manajemen, wali kelas, dan siswa, sebagai kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, dan nyaman. Kepala SMAN 1 Gunungsari, Baiq Rauhun, menjelaskan bahwa sekolah mengoptimalkan penanganan masalah siswa melalui informasi dan temuan di lapangan. Termasuk laporan yang dikirim melalui pesan WhatsApp.

“Kami beri peluang semua untuk melapor dan itu kita tindak lanjuti semua, sehingga hal-hal kecil di ruang kelas, seperti anak-anak entah disebut dengan kata-kata yang sedikit menyinggung, mereka harus dilaporkan agar anak itu menjadi aman. Itulah target dari wali kelas dan OTA untuk menindaklanjuti atau membina anak itu,” ujar Baiq Rauhun, saat ditemui, Senin (27/10/2025).

Program OTA menurutnya sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program ini telah berjalan di SMAN 1 Gunungsari sejak awal tahun 2022, dan menjadi acuan utama mendidik siswa. Dalam program ini, setiap guru diberi tanggung jawab sebagai orang tua asuh bagi sekitar 20 siswa.

Kegiatan OTA dilaksanakan melalui sesi refleksi yang terjadwal setiap hari Selasa dan Kamis pada pukul 07.30 wita hingga 08.00 wita. Tujuan utamanya adalah memberikan pendampingan personal kepada siswa, yang mencakup pembinaan, pemantauan, penelusuran, hingga penyelesaian masalah baik akademik maupun nonakademik. Program ini diharapkan dapat menciptakan hubungan emosional yang lebih dekat antara guru dan siswa, serta mendukung iklim sekolah yang inklusif dan perhatian terhadap perkembangan individu.

Sedangkan dalam upaya pembentukan karakter, sekolah ini mengimplementasikan kegiatan Spiritual Camp. Diungkapkan Baiq Rauhun, kegiatan spiritual camp sebelumnya pernah diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X hingga XII. Metode pembelajaran agama dan religiusitas dilatihkan secara praktis. Seperti mengajarkan tata cara ibadah di luar yang wajib, contohnya salat Masbuq, salat jamak qashar, dan niat wudhu.

Selain itu, kegiatan keagamaan harian di Mushalla sekolah, dikoordinasikan oleh Rohani Islam (Rohis), yakni sebuah organisasi siswa yang mengurus program keislaman. Pada hari Jumat, Rohis melakukan pergantian pengurus dan ketua, yang kemudian dikukuhkan dan dilatih mengenai tugas serta program kerja sebagai anggota Rohis.

Melalui sinergi antara program pendampingan personal seperti OTA dan penguatan nilai-nilai keagamaan melalui Spiritual Camp, SMAN 1 Gunungsari bertekad untuk menciptakan siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan kedisiplinan yang baik.(FIT)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id