FOTO: Kegiatan Penyelerasan Visi Misi Sekolah dan sosialisasi Pembelajaran Mendalam di SMAN 1 Pototano.IST
NTBTerkini.id, KSB- SMAN 1 Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan karakter, pengembangan literasi-numerasi, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Upaya ini dilakukan untuk menciptakan ekosistem belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMAN 1 Poto Tano, Marwan Arjuli menuturkan, pembentukan karakter siswa menjadi fondasi utama sekolah. Strategi yang diterapkan mencakup pembiasaan harian hingga integrasi dalam kurikulum.
“Kami menerapkan budaya Salam, Sapa, Senyum (3S,red), aksi memungut sampah, doa bersama sebelum belajar, hingga salat berjamaah. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya membentuk mentalitas siswa,” ujar Marwan, Jumat (19/12/2025).
Selain pembiasaan, penguatan karakter juga diintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Sekolah juga menjadwalkan pembinaan kelas oleh wali kelas setiap hari Senin pada minggu kedua dan keempat setiap bulan, yang didukung oleh pendampingan guru wali, serta bimbingan intensif dari guru Bimbingan Konseling (BK).
Sedangkan bidang literasi dan numerasi, SMAN 1 Poto Tano menunjukkan progresivitas dengan menghadirkan fasilitas modern. Salah satu program unggulan yang telah berjalan sejak 2021 adalah Studio Podcast sekolah.
Hingga saat ini, studio tersebut dimanfaatkan siswa sebagai wadah ekspresi dan komunikasi. Tidak hanya itu. Lanjut Marwan, sekolah juga membentuk komunitas duta baca dan memberikan penghargaan kepada pemustaka teraktif guna memicu minat baca.
“Kami juga memiliki Tim Media Sekolah yang mengelola majalah ‘Ruang Kreasi’ serta Sanggar Seni ‘Balong Baseli’ sebagai wadah kreativitas non-akademik,” terangnya.
Untuk menunjang kemampuan sains dan teknologi, sekolah memfasilitasi berbagai klub studi. Mulai dari sains, bahasa Inggris, hingga komputer. Secara berkala, kompetisi seperti cerdas cermat, MIPA Open, hingga pembuatan film pendek, digelar untuk menguji kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Upaya transformasi di level siswa ini diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Kepala SMAN 1 Pototano, Mansyur menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan profesionalisme guru.
Diantaranya, Sekolah rutin memprogramkan pelatihan internal maupun mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan di luar sekolah, yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga terkait.
“Kami memiliki Komunitas Belajar bernama ‘MetaMinds’. Wadah ini menjadi tempat bagi para guru untuk melakukan pengembangan diri, berbagi praktik baik (Sharing Best Practice,red), dan melakukan pengimbasan ilmu,” jelas Mansyur.
Untuk mendukung kemandirian guru dalam belajar, sekolah juga fokus menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran digital. Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan guru dalam mengakses materi pengembangan diri serta menciptakan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.(Fit)
