Para siswa SMAN 1 Praya, Lombok Tengah (Loteng), tengah mengikuti Asesmen Akhir Sumatif (AAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 berbasis gadget, Selasa (02/12/2025).
NTBTerkini.id, Loteng- SMAN 1 Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mengambil langkah maju dalam pelaksanaan evaluasi akademik, dengan menerapkan digitalisasi ujian, melalui Asesmen Akhir Sumatif (AAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 berbasis gadget.
Penerapan sistem ini menandai upaya SMAN 1 Praya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan efisiensi pendidikan. Kepala SMAN 1 Praya, H. Kadian mengungkapkan, keputusan untuk beralih ke ujian berbasis gadget merupakan bagian dari komitmen sekolah, dalam meningkatkan mutu dan transparansi proses penilaian.
“Kami menyadari bahwa era digital menuntut sekolah untuk tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar,” kata H. Kadian, Selasa (02/12/2025)
Menurutnya, penggunaan perangkat berupa laptop, smartphone, atau tablet dalam pelaksanaan AAS, memiliki sejumlah keunggulan yang diantaranya efisiensi biaya cetak kertas soal, yang selama ini menjadi beban signifikan. Selain itu, dapat mempercepat proses koreksi dan publikasi nilai, sehingga hasil assesmen dapat segera diakses oleh siswa dan orang tua.
“Dengan sistem ini, begitu siswa selesai mengerjakan, nilai akan langsung terakumulasi. Ini meminimalisasi kesalahan manusia dan mempersingkat waktu tunggu,” imbuhnya.
Meski optimistis, pihak sekolah telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi kendala teknis. Terutama terkait stabilitas jaringan internet dan kesiapan perangkat ujian milik sekolah.
“Kami sudah menyiapkan server lokal berkabel dan memastikan semua unit laptop maupun smartphone yang akan digunakan dalam kondisi prima. Dengan sistem ini, ujian tidak bergantung pada jaringan internet luar, dan meminimalisasi risiko down. Kami juga menyiapkan tim teknisi siaga untuk mengatasi gangguan minor yang mungkin terjadi, selama pelaksanaan asesmen,” terangnya.
Di sisi lain, tambah Kadian, penerapan AAS berbasis gadget ini tidak hanya menguji pemahaman materi akademik, tetapi juga literasi digital siswa. “Ini juga mendidik siswa untuk memanfaatkan gadget mereka secara produktif dan bertanggung jawab, bukan hanya untuk hiburan,” jelasnya.
Penerapan digitalisasi ujian ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Loteng, selaras dengan program pemerintah daerah dalam memajukan infrastruktur pendidikan berbasis teknologi.(FIT)
