FOTO: SMKN 1 Selong.
​NTBTerkini.id, Lotim– SMKN 1 Selong, Lombok Timur (Lotim) terus memperluas dan memperkuat jejaring kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Langkah strategis ini tetap menjadi prioritas sekolah meski data menunjukkan mayoritas siswa justru lebih berminat melanjutkan studi ke perguruan tinggi, dibandingkan dunia kerja.
​Kepala SMKN 1 Selong, H. Abdul Wahid menegaskan, penguatan kemitraan dengan perusahaan dibutuhkan untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan, dengan kebutuhan pasar.
“Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan dunia usaha agar lulusan kami memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Abdul Wahid, Kamis (05/03).
​Menurutnya, program magang dan sertifikasi kompetensi yang diterapkan sekolah, efektif untuk meningkatkan daya saing. Berdasarkan Tracer Study, sebagian besar alumni yang memilih bekerja, telah terserap di industri dalam waktu kurang dari enam bulan.
Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Selong, Muhammad Riyadus Solihin mengungkapkan, berdasarkan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tahun ajaran 2024/2025, dari 385 siswa, sebanyak 206 siswa terdaftar dalam sistem, sisanya masih dalam proses pengisian.
​”Berdasarkan data tracer BKK sementara, persentase pengisian berada di angka 22,08 persen. Rinciannya adalah 13,77 persen melanjutkan studi, 7 persen bekerja, dan 1,3 persen memilih wirausaha,” sebut Riyadus.
​Kecenderungan siswa untuk kuliah ini konsisten dengan capaian pada tahun ajaran 2023/2024. Tahun lalu, tercatat sebanyak 86,9 persen siswa memilih melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, 7,5 persen siswa memilih studi sambil bekerja, dan hanya 5,6 persen yang terjun ke dunia wirausaha.
​Meski angka siswa yang melanjutkan studi mendominasi, pihak sekolah menilai hal tersebut sebagai sinyal positif bahwa lulusan SMK kini memiliki basis akademik yang kuat untuk bersaing di level pendidikan tinggi.
Namun, peran BKK tetap vital dalam menjembatani siswa yang ingin langsung mandiri secara ekonomi. Riyadus menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus mengawal proses pengisian data ini hingga tuntas guna memetakan sebaran alumni secara akurat.
Dengan sinergi antara kurikulum industri dan motivasi akademik yang tinggi, SMKN 1 Selong optimistis, lulusannya mampu mengisi berbagai lini di masa depan, baik sebagai profesional di perusahaan maupun sebagai akademisi.(FIT)
