FOTO: Penguatan pendidikan karakter siswa SMAN 1 Pringgarata dalam ujian tahfiz.
NTBTerkini.id, Loteng – SMAN 1 Pringgarata, salah satu sekolah menengah atas terkemuka di Lombok Tengah (Loteng), terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi emas. Sekolah ini fokus mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang terintegrasi dengan pengembangan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Langkah ini diambil untuk memastikan para lulusannya tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan daya saing yang tinggi. Kepala SMAN 1 Pringgarata, H. Akhmad Husni, mengungkapkan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama sebelum siswa disiapkan untuk menghadapi tantangan global.
“Kami menyadari bahwa kecerdasan kognitif saja tidak cukup. Oleh karena itu, di SMAN 1 Pringgarata, penguatan karakter menjadi prioritas,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, PPK di sekolahnya diterapkan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan positif di lingkungan sekolah, dan integrasi nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran. Diantaranya keagamaan rutin, program Jumat Bersih, serta kegiatan kepramukaan, menjadi pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai religius, gotong royong, dan mandiri.
Di sisi lain, SMAN 1 Pringgarata juga serius menggarap isu literasi dan numerasi, sejalan dengan arahan kebijakan pendidikan nasional. Husni menekankan bahwa kemampuan dasar ini merupakan kunci sukses siswa dalam memahami materi pelajaran secara keseluruhan.
“Literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia atau guru Matematika. Kami telah mengintegrasikannya ke dalam semua mata pelajaran,” jelasnya.
Husni berharap, sinergi antara PPK dan pengembangan literasi-numerasi akan menghasilkan lulusan yang utuh.
“Target kami jelas. Kami ingin lulusan SMAN 1 Pringgarata menjadi individu yang berkarakter kuat, mampu berpikir kritis, dan adaptif. Dengan fondasi karakter, didukung oleh kemampuan literasi dan numerasi yang mumpuni, mereka akan siap melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau bersaing di dunia kerja,” tutup Husni.(Fit)
