Targetkan Lulusan Siap Bersaing, SMKN 1 Dompu Perkuat Kolaborasi Program TeFa

FOTO: Kepala SMKN 1 Dompu, Faturrahman.

NTBTerkini.id, Dompu – SMKN 1 Dompu, Kabupaten Dompu, terus menggalakan program Teaching Factory (TeFa) sebagai strategi utama. Karena program ini dinilai dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Terutama dalam menghadapi revolusi Industri (4.0).

Kepala SMKN 1 Dompu, Faturrahman menyebutkan, implementasi TeFa dibangun di atas tiga pilar utama. Yaitu kolaborasi erat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Membangun kolaborasi TeFa itu, pertama dengan menghadirkan guru tamu ke sekolah. Mereka mengajar di beberapa jurusan,” ujar Faturrahman saat ditemui di Dompu, Selasa (16/12/2025).

Pilar kedua, penyesuaian kurikulum secara berkala. Dan pilar ketiga, membangun hubungan Link and Match yang kuat. “Tiga hal ini yang membangun antara sekolah dengan mitra sehingga TeFa-nya bisa berjalan,” sebutnya.

Faturrahman mengatakan, model spesifik yang diterapkan dalam TeFa untuk membekali siswa, melalui dua Kompetensi Keahlian utama. Diantaranya Kompetensi Keahlian Tata Busana.

Kompetensi ini, kata kasek, dapat melatih siswa secara profesional dan berkelanjutan untuk menerima Business Order, baik bulanan maupun tahunan. Produk pesanan TeFa ini juga dapat berasal dari lembaga luar, dengan proses pengerjaan yang dilakukan langsung oleh unit TeFa sekolah.

Selanjutnya Kompetensi Keahlian Manajemen Bisnis. Pada kompetensi ini, sekolah telah membentuk kelas industri. Salah satu kerja sama spesifik dalam kompetensi ini adalah melalui Kelas Alfamart.

Dijelaskan bahwa dalam siklus produksi TeFa, fokus pembelajaran dimulai dengan peningkatan kapasitas guru, lalu ditularkan kepada siswa. “Kami membuat semacam Project Based Learning (PJBL,red) atau pembelajaran yang menghasilkan produk,” terang Faturrahman.

Melalui pendekatan ini, siswa kelas tiga diharapkan sudah matang sesuai kompetensinya. Sehingga mereka siap untuk memilih apakah ingin Langsung bekerja, Berwirausaha, atau Melanjutkan kuliah dengan skill dasar yang mumpuni.

Terkait pemasaran, Faturrahman mengaku, produk dan jasa yang dihasilkan TeFa langsung dipasarkan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sekolah. “Misalnya, dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV,red) yang menerima jasa layanan foto. Pemasarannya langsung dikoordinasikan oleh BLUD sekolah,”jelasnya.(Fit)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id