HM Yames WP, SH., MH.
NTBTerkini.id, Mataram- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB, pada Januari 2026 mendatang akan mengagendakan musyawarah besar (Mubes) Ke- IV.
Mubes ini dalam rangka menentukan kepengurusan baru dan tentunya nakhoda baru, bagi organisasi. Di tengah persiapan menuju mubes ini, Ketua KAI NTB periode 2020-2025, H Burhanudin, SH., MH., dikhabarkan akan kembali maju sebagai Incomben (petahana).
Namun di mubes kali ini ia akan berhadapan dengan Dr. Lalu Anton Hariawan yang saat ini menjabat sebagai Bendahara organisasi tersebut.
Baru-baru ini pun kembali mengemuka sosok HM Yames WP, SH., MH. Lawyer asal tanah Samawa yang saat ini menjabat wakil Ketua KAI NTB, digadang-gadang maju sebagai calon ketua mewakili pulau seberang. Ini menandakan bahwa mubes KAI NTB di tahun depan, akan semakin ramai.
Ditemui, Senin (08/12/2025), Yames dengan wajah yang meyakinkan, menegaskan sikapnya untuk maju berhadapan dengan dua calon ketua. Ia mengklaim bahwa kehadiraannya di di perhelatan mubes bukan tanpa tujuan.
“Iya, saya pasti maju mencalonkan diri,” tegas Yames dengan penuh optimistis.
Ia mengungkapkan, salah tujuannya maju sebagai calon ketua dalam rangka mempersiapkan diri mengantisipasi pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Sehingga ketika mekar, kepengurusan KAI di Sumbawa bisa segera terisi.
“Ini langkah antisipasi saya menyongsong pemekaran, dan berupaya agar organisasi bisa menjadi kiblat pembentukan PPS. Itu dasar filosofisnya,” ungkapnya.
Menurut Yames, KAI merupakan salah satu organisasi advokat terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota kurang lebih sekitar 40 ribu orang (data per Februari 2025), dan terus bertambah tiap tahunnya.
Kondisi ini sudah seharusnya menjadi tolak ukur di tataran daerah untuk lebih aktif mengembangkan peran dan keberadaan organisasi. Karenanya, ia berkomitmen ke depan akan lebih inovatif menjalankan organisasi, melalui trobosan-trobosan baru.
Dengan semangat dan prinsip kerja sama serta kolaborasi yang apik di internal KAI NTB. “Nanti pas pencalonan kita bongkar ide-ide melalui penyampaian visi dan misi. Kalau sekarang jangan dulu,” jelasnya.(RIN)
