Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dinas Ketahana Pangan (DKP) Provinsi NTB, bertepatan dengan HUT ke-40 SMAN 1 Terara, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (22/11/2025), dibanjiri Masyarakat, termasuk keluarga besar sekolah.
NTBTerkini.id, Lotim- Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Sabtu (22/11/2025).
GPM kali ini tergolong unik, karena bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMAN 1 Terara, Lombok Timur (Lotim).
Terlebih lagi bahan pangan yang dijajal di halaman sekolah tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar. Masyarakat, termasuk keluarga besar sekolah, berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini.
Kegiatan GPM merupakan bagian dari upaya masif pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah gejolak harga komoditas pokok.
“Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi siswa dan masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan, dinamika pasar, dan peran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat,” ujar Wakil Kepala (Waka) Hunas SMAN 1 Terara, Lalu Muhammad Thayeb.
Diakui Thayeb, bahwa perayaan HUT sekolah tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan internal. Tetapi juga diwujudkan dalam bentuk pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat pengabdian sekolah.
Kepala DKP Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon menjelaskan, pelaksanaan GPM di lingkungan sekolah adalah strategi untuk memperluas jangkauan ke masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menekan laju inflasi di daerah dan memastikan masyarakat, khususnya di kawasan Terara, dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” terang Aidy Furqon.
Komoditas yang dijual antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog, minyak goreng, gula pasir, serta komoditas strategis lainnya.
Harga jual ditetapkan lebih rendah Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per unit dibandingkan harga di pasar tradisional. Aidy menambahkan, sinergi antara Bapanas, DKP, Bulog, dan sekolah merupakan kunci keberhasilan program ini.
“Kami akan terus menggencarkan GPM ini di berbagai titik, termasuk di lingkungan pendidikan, untuk memastikan ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga tetap terjaga di seluruh NTB,” jelasnya.(FIT)
