Dideklarasikan di Jerowaru, HIMAPALA Jadi Wadah Kerja Sosial

FOTO: Deklarasi Himpunan Masyarakat Paer Lauq (HIMAPALA) di Pantai Kura-Kura, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu (07/02).

NTBTerkini.id, Lotim– Himpunan Masyarakat Paer Lauq (HIMAPALA) resmi dideklarasikan di Pantai Kura-Kura, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu (07/02).

Organisasi ini dibentuk sebagai wadah konsolidasi masyarakat Paer Lauq. untuk memperkuat peran adat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong pembangunan daerah yang berbasis kearifan lokal.

Deklarasi ini dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, unsur TNI dan Polri, Majelis Adat Sasak (MAS), tokoh masyarakat adat, serta kepala desa dari tiga kecamatan.

Selain prosesi, deklarasi ini diisi dengan pertunjukan seni budaya Sasak. Seperti tarian gandrung dan presean, sebagai bagian dari penguatan identitas lokal, serta promosi kawasan Pantai Kura-Kura, sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Ketua Panitia Deklarasi HIMAPALA, Dr. TGH. M. Fikri Zainul Mukhlis, M.A., mengungkapkan, himpunan ini dibentuk sebagai wadah kerja sosial yang bertujuan memperkuat peran adat, menjaga kelestarian lingkungan pesisir, menjadi mitra kritis pemerintah dalam proses pembangunan.

“HIMAPALA tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Tetapi diarahkan sebagai organisasi yang bekerja secara nyata, terukur, dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat Paer Lauq,” ujarnya.

Ketua Umum HIMAPALA, Prof. Dr. H. Said Agil Al-Idrus, M.Si., menegaskan, organisasi ini lahir dari kesadaran kolektif para tokoh Paer Lauq untuk memperkuat posisi masyarakat lokal dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Menurutnya, Paer Lauq memiliki modal sosial dan intelektual yang terus berkembang. Ia mencontohkan terpilihnya Rektor Universitas Mataram (Unram) periode mendatang yang berasal dari Paer Lauq, sebagai salah satu indikator meningkatnya kapasitas SDM di wilayah tersebut.

“Ini membuktikan bahwa Paer Lauq memiliki sumber daya manusia yang mampu berkiprah di tingkat strategis,” bangganya.

Sementara itu, Penggerak Majelis Adat Sasak, Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan, S.H., M.H., menekankan pentingnya memposisikan HIMAPALA sebagai gerakan kultural.

“Organisasi ini memiliki tanggung jawab menjaga marwah adat, memperkuat identitas Sasak, serta merawat kohesi sosial di tengah dinamika perubahan sosial,”nilai Miq Sajim.

Sementara itu, Plh Sekda NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, menegaskan dukungan Pemprov NTB terhadap keberadaan HIMAPALA, karena menjadi modal sosial yang strategis dalam mendorong pembangunan daerah.
.
“Deklarasi HIMAPALA menjadi penanda komitmen kolektif masyarakat Paer Lauq untuk menempatkan adat, budaya, dan kualitas manusia sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Sekaligus memperkuat peran masyarakat lokal dalam menentukan arah masa depan Paer Lauq dan Lotim,” jelasnya.(EN)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id