FOTO: Tokoh pemuda asal Pringgabaya, Yandis.
NtbTerkini.id, Lotim– Pasca kebakaran hebat yang melanda dan menghanguskan ratusan lapak pedagang di Pasar Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim), kritik keras mengalir dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lotim.
IMM mendesak Bupati Lotim segera mengembalikan Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) yang standby dan menetap di Kecamatan Pringgabaya. Selasa (28/4).
Mereka menilai, musibah yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian material besar bagi para pedagang, tetapi juga membuka fakta lemahnya respon di tingkat kecamatan saat bencana terjadi.
Tokoh pemuda asal Pringgabaya, Yandis mengatakan, minimnya kehadiran pimpinan wilayah di lokasi, menjadi salah satu penyebab lambannya koordinasi dan penanganan ketika api melahap area pasar.
“Camat dan Sekcam seharusnya menjadi garda terdepan saat masyarakat menghadapi situasi darurat. Bencana tidak menunggu mereka datang dari Selong setelah musibah terjadi,” kritiknya.
Kehadiran pimpinan kecamatan yang siaga penuh di wilayah, menurutnya, sangat penting. Terutama menghadapi potensi bencana seperti kebakaran, banjir, hingga konflik sosial yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah di tengah kondisi krisis. Jangan sampai rakyat merasa ditinggalkan ketika bencana datang,”timpalnya.
Ia menegaskan, Pringgabaya merupakan wilayah strategis dengan tingkat kerawanan bencana dan dinamika sosial yang cukup tinggi.
Karena itu, dibutuhkan pemimpin wilayah yang responsif, cepat tanggap, dan benar-benar hadir bersama masyarakat.
Tak hanya mendesak pengembalian camat dan sekcam, IMM juga meminta Pemkab Lotim melakukan evaluasi total terhadap sistem penanganan bencana di tingkat kecamatan.
Evaluasi tersebut meliputi kesiapan aparatur, koordinasi lintas sektor, hingga kelengkapan sarana dan prasarana darurat.
“Ini bukan sekadar soal jabatan, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Pemerintah harus memastikan ada pengambil keputusan yang langsung berada di lapangan ketika bencana terjadi,” terangnya.
IMM berharap Bupati Lotim segera merespons tuntutan tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik dan perlindungan maksimal kepada masyarakat.(EN)
