FOTO: Dr. TGKH Muhammad Zainuddin Atsani tengah mewisudakan santri Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Minggu (03/05).
NtbTerkini.id, Lotim– Sebanyak 990 santri dari tingkat TK hingga SLTA di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani mengikuti Tasyakur Penamatan Santri (TPS) di halaman Majlis Dakwah Hamzanwadi II Anjani, Minggu (03/04).
Pada tasyakuran penamatan tahun ini, suasananya tampak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan dikemas menyerupai prosesi wisuda perguruan tinggi.
Di mana para calon alumni dipanggil satu per satu untuk menerima pengalungan medali, sebagai simbol telah menyelesaikan jenjang pendidikan mereka.
Ketua Panitia Penamatan, H. Husnul Abror menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan para santri menuntaskan pendidikannya.
Dia menyebutkan, jumlah santri yang tamat tahun ini pada lembaga pendidikan di Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani dari tingkat TK-MA/SMA/SMK, sebanyak 990 orang.
“ Di jenjang TK sebanyak 43 orang, MI 18 orang, MTs Muallimin NW, 132 orang MTs Muallimat NW 159 orang, SMP NW, 46 orang, MA Muallimin NW, 149 orang, MA Mu’allimat NW, 117 orang, MAPK Syaikh Zainuddin NW, 172 orang, MAK Hamzanwadi II, 89 orang, SMA NW 25 orang, dan 40 orang di tingkat SMK NW,”bebernya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Dr. TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, mengingatkan kepada para santri tersebut agar terus melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, dan kembali mengabdi untuk kemajuan NW.
“Pesan Pendiri Organisasi NW almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, jangan lupa asal kita memulai dan jangan lupa tempat kita belajar, organisasi NW kita dan guru-guru yang mengajarkan kita,”pesannya.
Sebaliknya, Ketua Umum PBNW ini mengimbau kepada para wali santri, agar terus memberikan motivasi dan mendukung anak-anaknya, dalam menuntut ilmu, sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan di dunia dan akhirat kelak.
Ia juga berpesan kepada para santri agar terus mengingat jasa NW yang telah memberikan keluasan ilmu, terutama ilmu akhlak dan adab yang memiliki nilai yang tinggi.
“Kita hidup di dunia ini berdampingan, bersamaan sehingga adab dan akhlak kita tetap utamakan. Di manapun kalian berada dan profesi apapun yang anakda dapatkan jangan lupa jasa NW,” pesannya.
Di sisi lain, Rektor IAIH NW Lotim ini menekankan soal peran penting pengasuh yang memiliki waktu yang lama bersama santri.
Sehingga para pengasuh di asrama maupun guru di setiap jenjang pendidikan, agar meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme dalam mendidik serta membina santri.
“Saya ucapakan terima kasih kepada semua kepala madrasah dan sekolah maupun guru dan pengasuh atas dedikasi dan pengabdian kepada anak-anak didiknya,” ucapnya.
“Mari jaga amanat dari para wali santri kita yang telah menitipkan anak-anaknya untuk dididik menjadi anak yang berilmu, berakhlak dan berprestasi,” ajaknya.
Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi NTB, Dr. Syamsul Hadi, dalam sambutannya menyampaikan Pemprov NTB terus mengawal upaya peningkatan pendidikan di NTB. Mulai dari persoalan revitalisasi, digitalisasi maupun kualitas guru.
“Saya bergharap ke depan para santri Syaikh Zainuddin NW Anjani, bisa berprestasi dan membawa harum nama NTB baik di kancah Nasional maupun Internasional,” harapnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Kadis Dikpora NTB Dr. Syamsul Hadi, perwakilan Polres Lotim, Masyaikhul Ma’had DQH NW, jajaran pengurus NW, wali santri dan sejumlah tamu undangan lainnya.(EN)
