FOTO: SMKN 1 Lingsar, Lobar.
NTBTerkini.id, Lobar– SMKN 1 Lingsar, Lombok Barat (Lobar), mencatatkan prestasi karena berhasil menembus jajaran 25 sekolah kejuruan terbaik di Provinsi NTB.
Peringkat tersebut dirilis secara resmi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam laporan evaluasi tahunan 2026.
Capaian ini berdasarkan pada akumulasi prestasi siswa, kualitas tenaga pengajar, serta inovasi pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut.
Keberhasilan SMKN 1 Lingsar pun tidak lepas dari penguatan pada sektor-sektor strategis. Seperti bidang Teknik Otomotif, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Agribisnis.
Ketiga bidang ini dinilai menjadi pilar utama yang menyumbangkan banyak poin dalam penilaian Puspresnas. Terutama melalui keterlibatan siswa dalam berbagai kompetisi keterampilan tingkat nasional.
Kepala SMKN 1 Lingsar, Ahmad Sabli, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari kerja keras kolektif antara guru, siswa, dan dukungan orang tua.
”Masuk dalam jajaran sekolah terbaik ini tentu merupakan hal yang sangat membanggakan bagi sekolah kami,” bangga Ahmad Sabli, Selasa (24/03).
Selain prestasi akademik, indikator utama yang mendorong penilaian terhadapa SMKN 1 Lingsar, adalah program Link and Match dengan dunia industri.
Diakui bahwa pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar di NTB, untuk memastikan kurikulum yang diajarkan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Kendati demikian, kata Ahmad, predikat sebagai salah satu SMK terbaik di NTB bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berinovasi.
Ia menekankan pentingnya mempertahankan standar kualitas pendidikan, agar para lulusan siap terserap di dunia industri maupun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
”Prestasi dari Kemendikdasmen ini menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan mencetak generasi yang kompeten di bidangnya,” tegasnya.
Terlebih lagi, data Puspresnas menunjukkan bahwa persaingan sekolah kejuruan di NTB pada tahun 2026 semakin ketat.
Parameter penilaian kini lebih menitikberatkan pada keterserapan lulusan di dunia kerja serta kemampuan sekolah dalam menciptakan unit produksi yang mandiri.(FIT)
