FOTO: Prof dr H. Zainal Asikin, SH., SU.
NTBTerkini.id, Mataram – Setelah lama tidak berproses, akhirnya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melantik Abul Chair sebagai Sekda NTB Definitif. Namun, beriringan dengan pelantikan tersebut, berbagai isu pun beredar menyebut, sekda yang dilantik merupakan sekda impor.
Hal ini mendapat respon Guru Besar Universitas Mataram (Unram), Prof dr H. Zainal Asikin, SH., SU. Ditemui dikediamannya, Jumat (11/04), Prof Asikin mengklaim bahwa penilaian tersebut sangatlah keliru. Menurut dia, Abul Chair memiliki hubungan dekat dengan Bumi Gora.
“Kita boleh menyebut Sekda Impor kalau tidak pernah di NTB. Abul Chair ini memiliki hubungan historis yang erat dengan NTB,” ungkap Prof Asikin.
Abul Chair, ulas Pro Asikin, secara historis merupakan cucu dari Ruslan Tjakraningrat, yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai Gubernur NTB pada Tahun 1958. Selain itu, selama menjabat dua periode, tentunya telah banyak memberikan kontribusi dalam membangun daerah kala itu.
“Walaupun gubernurnya dari Pulau Jawa, masa kecil sampai sekolah dan kuliah, anak-anaknya semua di sini (NTB,red). Contoh anaknya Gatot Suherman, anaknya di Unram. Anaknya Wasito Kusuma kuliahnya di Unram. Semua anak-anaknya di sini, apakah kita anggap impor kalau mereka jadi PNS di NTB,” sindir tokoh akademisi hukum terkemuka ini.
Menurut Prof Asikin, masing-masing figur yang pernah memimpin, jasanya besar dan melekat, sehingga tidak boleh dikesampingkan. Terlebih di zaman itu, kondisi daerah tengah dalam masa-masa sulit pasca NTB berpisah dari Pulau Bali.
“Jasa pemimpin (terdahulu,red) besar dan melekat. Bagaimana jasanya Gatot Suherman dengan programnya Gogo Rancah, hingga NTB sampai jadi Lumbung Nasional, ekspor beras kemana-mana. Lalu anaknya kita anggap Impor, sangat nggak adil itu,” timpalnya.
Sebaliknya ia menilai, sebutan Sekda Impor yang dihembuskan ke publik, berawal dari ketidakpengetahuan dan ketidakfahaman. Kendati demikian ia mengajak agar masyarakat untuk memberikan kesempatan sekda definitif bekerja, dan memberikan kontribusinya dalam membangun daerah.(rin)
