FOTO: Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H Didik Sumardi, bersama Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, M. Pd., dan Tim LKBB-PB,Kamis (03/09).
NTBTerkini.id, Mataram– Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H Didik Sumardi didampingi Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah bersama jajarannya, melepas secara resmi Tim Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB), Kamis (03/09) siang.
Tim LKBB-PB SMAN 9 Mataram pekan ini menjadi salah satu peserta Grand Final LKBB-PB dalam rangka Penguatan Nasionalisme Generasi Muda, yang diselenggarakan MPR RI bersama Dharma Parkibraka Indonesia DKI Jakarta.
Sesuai jadwal, lomba ini akan berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Dimulai Jumat 4 sampai dengan Senin 7 September 2026, dengan lokasi di Komplek Gedung MPR RI Jakarta.
Kehadiran Tim LKBB-PB SMAN 9 Mataram sebagai peserta lomba, merupakan buah dari kesuksesannya dalam meraih juara I seleksi tingkat provinsi beberapa waktu lalu, sehingga menjadi satu-satunya yang mewakili NTB ke tingkat nasional.
Hadir Langsung Dampingi tim LKBB-PB
Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, M.Pd., memaparkan, dalam perlombaan di tingkat nasional kali ini, pihaknya mengirim sebanyak 27 personel. Terdiri dari 16 orang tim inti, ditambah tim manajemen sebanyak 11 orang.
Ia sendiri mengaku juga akan ikut hadir mendampingi sekaligus memberikan support secara langsung untuk tim tersebut.
“Saya juga hadir atas usulan Komisi V. Di sana nanti kami juga sudah ditunggu anggota DPD RI Dapil NTB,” imbuhnya.
Keberhasilan tim LKBB-PB melaju ke tingkat nasional, menurutnya, tidak lepas dari upaya latihan yang ketat, serta kedisplinan pelatih di sekolah. Keberhasilan itu pun menjadi kesempatan emas peserta didiknya, untuk mengharumkan nama daerah.
“Kami minta doa masyarakat NTB, supaya bisa mengharumkan nama baik daerah di lomba tingkat nasional,” pinta Istiqomah.
Jadi Tolak Ukur Prestasi Masa Depan
Pada kesempatan tersebut, Komisi V DPRD NTB, H Didik Sumardi mengingatkan, momentum perlombaan tingkat nasional ini merupakan tolak ukur siswa untuk meraih prestasi lainnya di masa depan.
“Kesempatan hanya datang satu kali. Kalau ingin berprestasi ke depan, maka dimulai dari kejuaraan ini, tim harus memantapkan mental untuk terus maju dalam rangka menyongsong prestasi ke depannya,” ujarnya.
Dengan persiapan melalui pelatihan fisik dan mental, serta kedisiplinan yang tinggi, pihaknya optimistis, tim Paskibraka SMAN 9 Mataram akan siap berkompetisi dengan tim-tim dari daerah lainnya di Indonesia.
“Kita dengan tim tim lainnya di luar daerah sama. Faktanya di NTB, banyak talenta muda kita yang kompetitif dan survive dengan anak-anak lainnya dari Pulau Jawa. Yang membedakan kesiapan fisik, mental, dan kesiapan lainnya,” dorong anggota dewan fraksi Partai Golkar ini.
Bantuan Orang Tua Jangan Dibenturkan Regulasi
SMAN 9 Mataram merupakan sekolah dengan rentetan prestasi yang memukau. Kendati demikian, masih dibutuhkan dukungan orang tua/wali siswa dalam rangka memaksimalkan peran sekolah.
Sayangnya, hal tersebut dinilai oleh sebagian pihak, masih bertentangan dengan larangan pemerintah terhadap sekolah negeri untuk menerima Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP)
Merespon hal tersebut, Komisi V DPRD NTB menegaskan, jika di kemudian hari terdapat bantuan bersifat sumbangan sukarela tanpa ketentuan nominal, jangan dikait-kaitkan dengan regulasi.
“Sebenarnya soal bantuan nggak harus dikait-kaitkan dengan regulasi. Apa saja dan siapa saja, bisa menyumbang. Jadi kanal yang namanya sumbangan tetap terbuka,” tegasnya.
Sebaliknya, larangan terhadap sekolah negeri untuk menerima BPP merupakan tantangan agar setiap sekolah lebih intens menjalin komunikasi, serta silaturahmi dengan orang tua.
“Pandai-pandai sekolah untuk membangun komunikasi. Kalau dideketin, kira-kira bisa nyumbang nggak bapak ibu anaknya mau berangkat nih, ya boleh,” ujarnya.(RIN)













