Sterilisasi Anjing Liar Jadi Opsi Pemkab Lotim

FOTO: Workshop yang digelar, Kamis (30/04) di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, diikuti oleh dokter hewan, perwakilan Dinas Kesehatan, serta NGO dan pemerhati hewan.

NtbTerkini.id, Lotim– Maraknya kejadian anjing liar di Lombok Timur (Lotim) akhir-akhir ini mulai meresahkan masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Lotim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, berupaya mencari solusi terbaik untuk pengendalian populasi.

Salah satunya melalui Workshop Kegiatan Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, dokter hewan, perwakilan Dinas Kesehatan, serta NGO dan pemerhati hewan.

Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H. Moh. Edwin Hadiwijaya dalam arahannya, menegaskan bahwa isu kesejahteraan hewan kini menjadi perhatian luas.

Ia menilai, langkah eliminasi seperti yang pernah dilakukan sebelumnya tidak tepat.

“Untuk mengatasi itu, eliminasi bukan jalan yang direkomendasikan. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi ini tidak bisa sporadis, harus berkelanjutan,” tegasnya.

Selain aspek kemanusiaan, ia juga menyoroti citra Pulau Lombok sebagai destinasi wisata yang berpotensi mendapat sorotan dari pemerhati hewan, jika kebijakan eliminasi diterapkan.

Namun demikian, wabup mengakui bahwa program sterilisasi membutuhkan sumber daya besar, baik tenaga maupun anggaran.

Di sisi lain, data pasti terkait populasi anjing liar di Lotim juga belum tersedia. Sehingga dirinya berharap workshop yang turut dihadiri NGO asal Jerman tersebut, dapat melahirkan opsi-opsi yang solutif, realistis dan aplikatif.

“Sehingga kita punya pilihan mana yang bisa kita laksanakan sendiri dan mana yang bisa didukung oleh NGO,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan sampah yang menjadi sumber makanan bagi anjing liar. Masyarakat diminta untuk mulai memilah sampah dari rumah.

Tidak hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menekan keberadaan anjing liar di sekitar permukiman.

Data tahun 2025 mencatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di Lotim. Sementara pada tahun 2026, sebelum memasuki pertengahan tahun, sudah tercatat sekitar 70 kasus.

Meski demikian, Lotim masih berstatus bebas rabies dan kondisi ini diharapkan tetap terjaga.(EN)

Terpopuler

Kilas

Must Read

©2025- All Right Reserved. Designed and Developed by ntbterkini.id