Foto: Rutan Kelas IIB Raba Bima.
NTBTerkini.id, Bima– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raba, Kota Bima, NTB, membuka layanan kunjungan khusus dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah.
Layanan ini disiapkan untuk memberikan kesempatan bagi warga binaan merayakan momentum kebersamaan dengan keluarga, di hari raya.
Kepala Rutan Kelas IIB Raba, Tajudinur mengatakan, layanan kunjungan akan dibuka selama dua hari. Yakni pada 1 hingga 2 Syawal 1447 hijriah, dengan pengaturan waktu yang telah ditentukan.
“Ini komitmen kami agar warga binaan tetap bisa merasakan hangatnya kebersamaan di momen Idulfitri,” ujar Tajudinur.
Ia menjelaskan, untuk sesi pagi, layanan loket dibuka pukul 08.30 WITA hingga 11.00 WITA. Sementara waktu kunjungan berlangsung pukul 09.00 WITA hingga 11.45 WITA.
Sedangkan sesi siang, loket dibuka pukul 13.00 WITA sampai 16.00 WITA, dan kunjungan berlangsung pukul 13.30 hingga 16.30 WITA.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Raba menerapkan sejumlah ketentuan guna menjaga keamanan dan ketertiban. Setiap warga binaan hanya diperbolehkan menerima kunjungan satu kali dalam sehari.
“Kami mengatur sistem kunjungan agar tetap tertib dan nyaman. Setiap warga binaan hanya menerima satu kali kunjungan per hari agar semua mendapatkan kesempatan yang adil,” terangnya.
Pengunjung juga diwajibkan membawa identitas asli seperti KTP, SIM, KK, atau paspor. Selain itu, pengunjung diminta mengenakan pakaian yang sopan dan rapi.
Sebaliknya, pihak rutan juga melarang pengunjung membawa barang-barang terlarang. Seperti senjata tajam, narkotika, minuman keras, alat komunikasi, maupun barang berharga lainnya.
Untuk jumlah pengunjung dibatasi maksimal 10 orang dewasa bagi setiap warga binaan. Tajudinur menegaskan, pihaknya tidak menerima penitipan barang dalam bentuk apa pun.
“Kami mengimbau pengunjung tidak membawa barang berlebih. Karena rutan tidak menyediakan layanan penitipan. Ini untuk menghindari potensi gangguan keamanan,” tegasnya.
Dia berharap, pengaturan tersebut dapat menciptakan suasana kunjungan yang aman, tertib, dan tetap humanis.
“Momentum Idulfitri adalah waktu yang sangat berarti untuk mempererat silaturahmi. Kami berupaya memfasilitasi itu dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban,” jelas Tajudinur.(RIN)
